Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Menebal di Samarinda, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker

D
Penulis: Denny Saputra❯
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Ismid Kusasih.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda dr Ismid Kusasih.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Samarinda membuat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi paparan polusi, terutama bagi kelompok sensitif.

Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kusasih menyampaikan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara belum kembali membaik. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

Advertisement

"Kelompok sensitif yang perlu mendapat perhatian meliputi anak-anak, terutama balita, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, penderita penyakit jantung, ibu hamil, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau daya tahan tubuh lebih rentan, diharap lebih berhati-hati," ungkapnya, Kamis (17/9).

Dia juga mengimbau masyarakat mulai mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Advertisement

"Langkah ini dilakukan untuk mengurangi paparan partikulat yang terdapat di udara," singkatnya.

Kondisi udara yang tercatat pada Kamis (17/9) menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 170 AQI US dengan polutan utama PM2.5. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Dampaknya dapat berupa iritasi tenggorokan, batuk hingga sesak napas, terutama pada kelompok rentan.

"Kami berharap warga memperhatikan kemunculan gejala seperti batuk, sesak napas atau iritasi tenggorokan. Jika keluhan berlanjut, masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Diprediksi Turun Pertengahan November, BPBD Imbau Warga Tak Membakar Lahan

Hujan Diprediksi Turun Pertengahan November, BPBD Imbau Warga Tak Membakar Lahan

BPBD Kaltim prediksi hujan turun pertengahan November. Warga diimbau waspada kabut asap dan dilarang membakar lahan di Samarinda.

BPBD Catat Karhutla Kaltim di Oktober Turun jadi 1.223 Hektare, Kabut Asap Masih Menyelimuti

BPBD Catat Karhutla Kaltim di Oktober Turun jadi 1.223 Hektare, Kabut Asap Masih Menyelimuti

Luas karhutla Kaltim menurun ke 1.223 hektare pada Oktober, namun kabut asap masih menyelimuti wilayah Samarinda dan sekitarnya.

DPRD Samarinda Soroti Efektivitas PJJ, Akses Internet Jadi Kendala

DPRD Samarinda Soroti Efektivitas PJJ, Akses Internet Jadi Kendala

DPRD Samarinda menyoroti efektivitas PJJ akibat kabut asap. Masalah akses internet dan perangkat jadi kendala utama bagi siswa di daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer