Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Udara Samarinda Membaik, Kemarau Masih Jadi Perhatian

D
Penulis: Denny Saputra❯
WASPADAI: Kekeringan yang masih melanda Samarinda dan sekitarnya membuat sejumlah gangguan kesehatan turut mengintai warga seperti ISPA hingga diare. DENNY SAPUTRA/KP
WASPADAI: Kekeringan yang masih melanda Samarinda dan sekitarnya turut memengaruhi operasional sejumlah IPA. (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Kualitas udara Samarinda menunjukkan perbaikan pada Jumat (18/9) sore. Indeks kualitas udara (AQI) pada pukul 15.00 Wita berada di sekitar angka 83 atau kategori sedang, turun dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat mencapai 183 pada Kamis (17/9) pukul 18.00 Wita dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Meski kualitas udara membaik, penanganan dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dilakukan Pemkot Samarinda melalui Satgas Penanggulangan Kekeringan dan Karhutla.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan, termasuk wilayah yang terkena dampak penyesuaian operasional instalasi pengolahan air (IPA).

Advertisement

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, kemarau turut memengaruhi operasional sejumlah IPA. Selain persoalan intrusi air laut pada IPA yang sumber air bakunya terhubung dengan Sungai Mahakam, penurunan debit Waduk Benanga juga berdampak terhadap operasional IPA Gunung Lingai.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Samarinda masih mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan. Tahap pertama OMC dijadwalkan berlangsung pada 15–19 September.

Advertisement

“Kami akan koordinasi lagi dengan BNPB, apakah akan diperpanjang? Akan bergantung rekomendasi pusat bersama pihak ketiga yang melakukan OMC, karena terkait pesawat,” jelas Andi Harun, Jumat (18/9).

Dia menerangkan, pelaksanaan OMC telah berjalan sejak 15 September. Namun, hasil penyemaian awan belum memberikan dampak hujan yang besar karena kondisi awan di Samarinda belum cukup mendukung.

“Operasi yang dilakukan sejak 15 September sudah berlangsung, hanya memang gumpalan awan belum terlalu besar sehingga dampak secara langsung berupa hujan belum bisa besar,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, penyemaian garam dilakukan setiap hari selama jadwal awal OMC. Efektivitas operasi tersebut tetap bergantung pada ketersediaan dan kondisi awan di wilayah Samarinda.

“Sebagaimana kami sampaikan, upaya penanganan terus dilakukan berbagai instansi. Diharapkan hujan segera turun sehingga pasokan air bisa kembali normal,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemarau Buat Pakan Kering dan Biaya Membengkak, DKPP Samarinda Waspadai Penyakit Pancaroba Ternak

Kemarau Buat Pakan Kering dan Biaya Membengkak, DKPP Samarinda Waspadai Penyakit Pancaroba Ternak

Kemarau di Samarinda picu krisis pakan & air ternak. DKPP salurkan bantuan BTT serta percepat vaksinasi lawan penyakit pancaroba

Kemarau dan Intrusi Air Laut Ganggu Pasokan, BPBD Samarinda Salurkan Sejuta Liter Air Bersih

Kemarau dan Intrusi Air Laut Ganggu Pasokan, BPBD Samarinda Salurkan Sejuta Liter Air Bersih

BPBD Samarinda salurkan 1 juta liter air bersih imbas kemarau dan intrusi air laut ke Sungai Mahakam. Pasokan disuplai bertahap.

Hujan Tak Kunjung Turun di Samarinda, Andi Harun Ajak Warga Ketuk Pintu Langit

Hujan Tak Kunjung Turun di Samarinda, Andi Harun Ajak Warga Ketuk Pintu Langit

Andi Harun berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi karhutla, kekeringan, dan dampak intrusi air laut di Samarinda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer