Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panduan Aman PTM Samarinda: Peran Kunci Orang Tua Deteksi ISPA Sejak dari Rumah

D
Penulis: Dwi Restu A❯
EDARAN: Disdikbud mengeluarkan edaran khusus bagi pembelajaran tatap muka di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Samarinda. (DOK/KP)
EDARAN: Disdikbud mengeluarkan edaran khusus bagi pembelajaran tatap muka di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Samarinda. (DOK/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan Kota Samarinda kembali bergulir mulai Senin, 21 September 2026. Kebijakan itu dibarengi pengetatan protokol kesehatan (prokes) guna membentengi para pelajar dari ancaman lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Advertisement

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda secara resmi menerbitkan surat edaran terkait panduan pembukaan kembali ruang kelas tersebut. Dalam edaran itu, kewajiban penggunaan masker diberlakukan bagi peserta didik maupun tenaga pendidik yang sedang sakit atau rentan terpapar penularan.

"Seluruh satuan pendidikan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah tanpa terkecuali," tulis pengumuman Disdikbud Kota Samarinda melalui surat edaran resminya.

Advertisement

Langkah pencegahan di lingkungan sekolah difokuskan pada peningkatan kebersihan fasilitas belajar mengajar. Pihak sekolah diwajibkan menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun yang wajib digunakan secara berkala oleh seluruh warga sekolah.

Selain sarana sanitasi, Disdikbud Samarinda memberikan atensi khusus pada mitigasi penularan ISPA di ruang kelas. Warga sekolah diminta tidak mengabaikan gejala infeksi pernapasan yang kerap luput dari perhatian saat berinteraksi.

"Warga sekolah yang mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas diinstruksikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," bunyi instruksi Disdikbud dalam rilis edaran tersebut.

Meski demikian, pengawasan kesehatan peserta didik ditekankan tidak boleh hanya mengandalkan pihak sekolah. Skrining awal justru wajib dimulai dari lingkungan keluarga di rumah sebelum siswa melangkahkan kaki menuju sekolah.

"Orang tua atau wali murid memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan kondisi kesehatan anak dalam keadaan prima sebelum mengizinkan mereka berangkat ke sekolah," tegas Disdikbud dalam poin edarannya.

Disdikbud Samarinda berharap sinergi guru, pelajar, dan orang tua dapat menjaga ruang kelas tetap aman serta kondusif. Kedisiplinan bersama ini krusial agar kembalinya aktivitas belajar mengajar tatap muka di Kota Tepian tidak memicu kemunculan klaster baru. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bawa Pulang Karya Lokal, Intip Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub

Bawa Pulang Karya Lokal, Intip Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub

Jelajahi BRIZZI x ARKIV di Blok M Hub! Koleksi kartu edisi spesial, nikmati diskon kuliner, ikuti aktivitas kreatif, dan raih hadiah menarik

Jarang Disadari, Minyak Rem Sepeda Motor "Basi" Bisa Pemicu Rem Blong

Jarang Disadari, Minyak Rem Sepeda Motor "Basi" Bisa Pemicu Rem Blong

Bahaya minyak rem motor "basi"! Jarang disadari, cairan terkontaminasi bisa bikin tuas ngempos dan pemicu utama rem blong mendadak.

Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Paling Religius di Dunia, Peringkat Berapa?

Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Paling Religius di Dunia, Peringkat Berapa?

Indonesia masuk 10 besar negara dengan tingkat religiositas tertinggi dalam daftar CEOWORLD, menempati posisi ketujuh dengan skor 98,7.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer