Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gandeng CSR Swasta, Pemkot Samarinda Perluas BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
PERLINDUNGAN: Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Arutalla Bapperida Samarinda, Selasa (13/10), untuk memperluas perlindungan pekerja rentan. HAFIZ/KP
PERLINDUNGAN: Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Arutalla Bapperida Samarinda, Selasa (13/10), untuk memperluas perlindungan pekerja rentan. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Salah satu upaya yang didorong adalah menggandeng perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membiayai kepesertaan jaminan ketenagakerjaan.

Upaya tersebut dibahas dalam sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Ruang Arutalla, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, Selasa (13/10).

Advertisement

Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kegiatan tersebut diikuti perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Samarinda, pimpinan puskesmas, pihak kecamatan dan kelurahan, serta kepala sekolah negeri tingkat SMP se-Kota Samarinda.

Sosialisasi yang menghadirkan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Samarinda Murniati, itu membahas sejumlah program perlindungan bagi pekerja, terutama kelompok rentan dan pekerja informal.

Advertisement

"Ada beberapa program yang disampaikan, mulai dari jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), manfaat beasiswa, jaminan hari tua (JHT), hingga jaminan kehilangan pekerjaan (JKP)," ujar Suwarso.

Dia menjelaskan, upaya memperluas perlindungan tersebut akan dihubungkan dengan surat edaran wali kota. Melalui kebijakan itu, perusahaan-perusahaan di wilayah Samarinda diharapkan dapat berkontribusi membantu pembiayaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja yang membutuhkan.

Suwarso menyebut, sejumlah perusahaan swasta telah menyalurkan CSR untuk mendukung perlindungan ketenagakerjaan. Di antaranya Rumah Sakit Prime Care dan Rumah Sakit SMC. Selain itu, tujuh perusahaan di wilayah Palaran disebut telah mengakomodasi sekitar 1.100 anggota kelompok tani.

Pemkot Samarinda berharap keterlibatan perusahaan dan berbagai kelompok masyarakat dapat memperluas jangkauan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja informal yang rentan menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kehilangan sumber penghasilan.

"BPJS juga sudah melakukan pertemuan dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), kelompok tani, serta dasawisma agar bisa menjadi agen dalam pendataan program asuransi ketenagakerjaan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Maaf Ya Warga Samarinda! Malam Ini Listrik Padam Lagi, Jalan DI Panjaitan hingga Perumahan Citraland

Maaf Ya Warga Samarinda! Malam Ini Listrik Padam Lagi, Jalan DI Panjaitan hingga Perumahan Citraland

Gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak pada pasokan listrik pelanggan PLN ULP Samarinda Ilir.

Antrean Pertalite di Samarinda Mengular, Pengamat Soroti Daya Beli hingga Distribusi

Antrean Pertalite di Samarinda Mengular, Pengamat Soroti Daya Beli hingga Distribusi

Kenaikan permintaan Pertalite dinilai berkaitan dengan tekanan ekonomi masyarakat, tetapi persoalan distribusi dan kuota BBM juga perlu dite

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Samarinda Bisa Terapkan PJJ Tanpa Menunggu Edaran Baru

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Samarinda Bisa Terapkan PJJ Tanpa Menunggu Edaran Baru

Dampak kabut asap karhutla kian meluas, 27 sekolah di Samarinda terapkan PJJ. Disdikbud izinkan sekolah belajar daring tanpa tunggu edaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer