Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Udara Samarinda Kembali Tidak Sehat, Asap Karhutla Kaltim Bergerak dari Selatan

U
Penulis: Uways Alqadrie❯
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda, Kalimantan Timur, memicu kabut asap yang berdampak pada kualitas udara. (FOTO: IST)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda ni, memicu kabut asap yang berdampak pada kualitas udara. (FOTO: IST)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kualitas udara di Samarinda, Kalimantan Timur, kembali memburuk setelah sempat mengalami perbaikan akibat hujan yang mengguyur sejumlah kawasan pada Minggu (18/10).

Konsentrasi polutan yang sempat menurun kembali meningkat sehingga kondisi udara masuk kategori tidak sehat.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Muhammad Abil Nurjani, menjelaskan, hujan membantu menekan konsentrasi partikulat di udara. Namun, dampaknya hanya berlangsung sementara dan belum mampu menjaga kualitas udara tetap baik.

Menurut Abil, pemantauan selama 14 hari terakhir menunjukkan peningkatan polutan mulai terpantau sejak 9 Oktober 2026. Sempat membaik setelah hujan, kualitas udara kembali mengalami penurunan seiring meningkatnya konsentrasi pencemar.

Pergerakan asap dari wilayah selatan menuju utara dalam sepekan terakhir turut menjadi perhatian. Asap dari sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi terbawa menuju Samarinda dan memperburuk kondisi udara di kawasan perkotaan.

Advertisement

Abil menyebut, tingkat pencemaran udara dapat berubah mengikuti kondisi kebakaran dan pergerakan asap. Dalam kondisi tertentu, konsentrasi polutan bahkan pernah mencapai kategori berbahaya di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda.

Saat itu, kebakaran terjadi di sisi barat landasan pacu atau runway bandara. Lokasi kebakaran yang berada dekat area pemantauan menyebabkan konsentrasi polutan meningkat tajam.

Selain berdampak terhadap kualitas udara, asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang, terutama pada pagi hari. Kabut yang terlihat di sejumlah kawasan saat ini dinilai lebih banyak dipengaruhi partikel asap dibandingkan embun.

Abil menjelaskan, pembentukan embun umumnya berkaitan dengan kelembapan udara yang sangat tinggi, yakni di atas 95 persen. Sementara itu, kondisi kelembapan yang diamatinya belum menunjukkan karakteristik yang biasanya mendukung terbentuknya embun.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Samarinda Capai 83,81 Hektare, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

Karhutla Samarinda Capai 83,81 Hektare, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

Data BPBD Kota Samarinda per 18 Agustus 2026, tercatat 61 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan terbakar mencapai 83,81 hektare

AQI Samarinda Rata-Rata di Angka 139, Sekolah Diminta Fleksibel Terapkan PJJ

AQI Samarinda Rata-Rata di Angka 139, Sekolah Diminta Fleksibel Terapkan PJJ

Pemkot Samarinda memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh sesuai kondisi kualitas udara

Kabut Asap di Samarinda Belum Mereda, 27 Sekolah Terpaksa Terapkan PJJ

Kabut Asap di Samarinda Belum Mereda, 27 Sekolah Terpaksa Terapkan PJJ

Kabut asap karhutla pekat membuat 27 SD dan SMP di Samarinda terapkan PJJ. Disdikbud minta sekolah pantau kualitas udara sebelum tatap muka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer