Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengamat Tagih Pembenahan Keuangan Pusat, Senggol Pajak dan Bea Cukai

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
BENAHI KEUANGAN: Pengamat Ekonomi Unmul, Purwadi Purwoharsojo, minta pemerintah perhatikan dan benahi keuangan pusat.(Istimewa)
BENAHI KEUANGAN: Pengamat Ekonomi Unmul, Purwadi Purwoharsojo, minta pemerintah perhatikan dan benahi keuangan pusat.(Istimewa)

Advertisement

SAMARINDA - Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo, menyebut pembahasan mengenai kebijakan fiskal nasional, turut menyinggung perbedaan pendekatan pejabat yang menangani keuangan negara.

Dia menilai, Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya, memiliki keberanian untuk mendorong pembenahan di sektor perpajakan dan kepabeanan.

Purwadi menyoroti persoalan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menurutnya perlu dibenahi secara serius. 

Advertisement

“Seperti kita tahu sebelumnya Pak Purbaya kan cukup berani ngacak-ngacak Bea Cukai, sebelum akhirnya dipecat mendadak oleh presiden,” kata Purwadi, Rabu (21/10).

Dia juga mempertanyakan keberlanjutan upaya pembenahan setelah terjadi pergantian pejabat.

Salah satu persoalan yang disorotnya adalah dugaan praktik under-invoicing atau pelaporan nilai transaksi ekspor lebih rendah daripada nilai sebenarnya, khususnya pada komoditas batu bara.

Advertisement

Ia mengklaim terdapat temuan terkait dugaan penghindaran pajak ekspor batu bara dengan nilai yang sangat besar dan menyebut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah merekam persoalan tersebut.

Namun, angka yang disebutkan Purwadi dalam keterangannya perlu diverifikasi lebih lanjut melalui data resmi. 

Nilai dugaan pelanggaran, pihak yang terlibat, serta status penanganannya tidak dapat dianggap sebagai temuan hukum yang telah berkekuatan tetap tanpa konfirmasi dari lembaga berwenang.

Menurut Purwadi, apabila dugaan kebocoran penerimaan negara dapat diungkap dan ditindaklanjuti, hasilnya berpotensi memperkuat penerimaan negara sekaligus membuka ruang untuk memperbaiki pembagian pendapatan kepada daerah penghasil sumber daya alam.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengamat Unmul Dorong Rudy Mas’ud Konsolidasikan Kepala Daerah Perjuangkan Fiskal Kaltim

Pengamat Unmul Dorong Rudy Mas’ud Konsolidasikan Kepala Daerah Perjuangkan Fiskal Kaltim

Pengamat Unmul meminta Rudy Mas’ud menggalang kepala daerah untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dan kepentingan fiskal daerah.

Mau Tambah Kuota BBM, Pengamat Ingatkan Pemkab Kutim Audit SPBU Lebih Dulu   

Mau Tambah Kuota BBM, Pengamat Ingatkan Pemkab Kutim Audit SPBU Lebih Dulu  

Antrean panjang di sejumlah SPBU di Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi sorotan.

Proyeksi APBD Kutim 2027 Masih Bergantung Dana Transfer, Pengamat Ingatkan Potensi Pemangkasan DBH Jilid II

Proyeksi APBD Kutim 2027 Masih Bergantung Dana Transfer, Pengamat Ingatkan Potensi Pemangkasan DBH Jilid II

Proyeksi APBD 2027 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2027 sebesar Rp6,1 triliun dinilai masih menyimpan kerentanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer