Cemburu Mantan Istri Sering Dilirik, Pria 59 Tahun Bacok Warga di Batu Besaung Samarinda

Peristiwa berdarah tersebut bermula sekitar pukul 13.00 Wita saat tersangka yang berprofesi sebagai petani sedang beraktivitas di kebun sambil membawa dodos dan celurit. Tak berselang lama, tersangka melihat korban melintas menggunakan sepeda motor sembari membawa sebilah parang.
Saat korban turun dari kendaraannya, tersangka menduga korban hendak mendatanginya. Terbakar api emosi dan rasa cemburu lama terkait urusan mantan istri, tersangka langsung menghampiri korban dari arah belakang lalu melayangkan pukulan dodos dan sabetan celurit berkali-kali.
Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi membenarkan peristiwa tindak pidana penganiayaan berat tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, motif penyerangan murni dipicu oleh ketersinggungan asmara antara pelaku dan korban.
Baca Juga: Isi Kekosongan Kepsek, 89 Guru di Kabupaten Paser Digembleng dalam Diklat Calon Kepala Sekolah
"Dugaan sementara motif permasalahan dari keterangan tersangka adalah cemburu kepada korban karena mantan istrinya sering dilirik oleh korban. Tersangka yang tersulut emosi saat melihat korban di lokasi langsung melakukan penyerangan," ujar Arie, Sabtu (25/10).
Usai melukai korban hingga tak berdaya, tersangka sekira pukul 14.20 Wita mendatangi rumah seorang saksi di sekitar tempat kejadian perkara sambil membawa celurit dan dodos bergagang kayu. Tersangka secara sadar meminta saksi tersebut untuk mengantarkannya menyerahkan diri ke Mapolsek Sungai Pinang.
Saksi lantas membonceng tersangka ke kantor polisi. Setibanya di Polsek Sungai Pinang, saksi bergegas kembali ke lokasi kejadian bersama personel kepolisian dari Beat Patroli 04 untuk mengecek kondisi korban yang ditinggalkan terkapar di tanah.
Petugas menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah namun masih bernapas sadar. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan tim medis hingga akhirnya ambulans tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.15 Wita guna mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Akibat serangan brutal itu, korban menderita patah tulang pada tangan kanan serta sejumlah luka robek di tubuh akibat sabetan senjata tajam. Saat ini, tersangka R beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Sungai Pinang guna proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. (riz)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

