Pangkas Konsumsi BBM Armada Sampah hingga 8 Persen, DLH Samarinda Terapkan Enam Lapis Pengawasan

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda memperketat sistem pengendalian dan pengawasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada operasional pengangkut sampah.
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran di lapangan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kota Samarinda Muhammad Taufiq Fajar menjelaskan, pihaknya menerapkan enam lapis mekanisme pengawasan. Sistem ini dirancang untuk memantau pergerakan kendaraan hingga penggunaan volume BBM secara presisi.
"Pertama kami mengoptimalkan waktu pengangkutan sampah di malam hari. Tujuannya adalah mengurangi kemacetan, memotong waktu tempuh sehingga dengan efisiensi waktu tempuh tadi otomatis penggunaan BBM akan berkurang," ujar Taufiq.
Selain pengaturan waktu, DLH menggunakan teknologi GPS Tracker yang terhubung dengan sensor BBM pada 30 unit dump truk. Sistem ini mampu mendeteksi pola penggunaan BBM secara real time melalui dashboard pemantauan.
"Contohnya ketika pemakaian rutin, grafiknya akan bergerak melandai. Jadi ketika ada indikasi pengurasan atau pengetapan BBM, grafik langsung turun lurus ke bawah. Itu sudah dipastikan terjadi pengurasan BBM," tambahnya.
Sistem pengawasan semakin ketat dengan pemberlakuan kartu RFID untuk pengisian BBM di SPBU guna menggantikan sistem tunai. Langkah ini memastikan anggaran BBM tidak dapat disalahgunakan untuk keperluan lain selain pengisian bahan bakar kendaraan dinas.
DLH juga memasang kamera CCTV dan mesin absensi wajah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Fasilitas ini memantau kepatuhan ritase setiap sopir serta memastikan volume sampah yang diangkut sesuai dengan kapasitas kendaraan.
Baca Juga: Kapasitas Menyusut, PTMB Tunggu Arahan Pemkot Balikpapan Terkait Pengerukan Waduk Manggar
Sejauh ini, penerapan sistem bertahap tersebut telah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data per 6 bulan semester pertama tahun 2026, DLH Samarinda berhasil mencatat efisiensi penggunaan BBM sebesar 8 persen secara volume liter.
"Kita tidak bicara budget karena ada kenaikan harga Dexlite yang signifikan. Tapi kalau dari liter BBM-nya, itu sudah ada efisiensi di angka 8 persen," ungkapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




