Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perbaikan Drainase di Jalan Juanda Dikerjakan Bertahap, Ditarget Terhubung ke Sungai Karang Asam Kecil

Denny Saputra • Selasa, 16 April 2024 | 15:30 WIB
PENANGANAN: Drainase di bawah flyover Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, akan dibangun ulang tahun ini sebagai upaya penanganan banjir.
PENANGANAN: Drainase di bawah flyover Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, akan dibangun ulang tahun ini sebagai upaya penanganan banjir.

 

SAMARINDA–Kondisi drainase di Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, memprihatinkan dan kerap menjadi salah satu penyebab banjir.

Tahun ini pemkot akan membangun drainase menghubungkan sisi Jalan AW Syahrani. Anggaran Rp 18,2 miliar dialokasikan yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim, diharapkan mampu mereduksi genangan khususnya di bawah flyover.

PPK Peningkatan Saluran Drainase Sub-Sistem Juanda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Khanif Priyo Utomo mengatakan, beberapa tahun belakangan pihaknya fokus membangun drainase di Jalan AW Syahrani yang hasilnya aliran lebih lancar. Namun, kendalanya di Jalan Juanda, khususnya bawah flyover, belum selesai. “Banyak saluran yang posisinya selisih atau terputus. Baik saluran eksisting maupun saluran yang dibuat ketika pembangunan flyover dahulu,” ucapnya, Senin (15/4).

Sehingga, dalam program tahun ini bisa menghubungkan saluran dua jalan, dimulai dari bawah flyover sisi Jalan AW Syahrani hingga melintasi simpang Jalan Letjen Soeprapto (eks Pembangunan) menuju Jalan Juanda. Spesifikasi saluran yakni panjang 477 meter dengan dimensi lebar 3 meter, dan kedalaman 2,4 meter. “Targetnya sampai ke aliran anak Sungai Karang Asam Kecil (SKAK) di dekat SPBU Juanda. Tapi panjang saluran totalnya mencapai 1 km. Makanya dikerjakan bertahap,” jelasnya. “Nantinya saluran akan dibuatkan lubang manhole setiap 5 meter untuk memudahkan akses pemeliharaan rutin tim swakelola,” sambungnya.

Namun, terhadap pengurangan tinggi genangan banjir di wilayah Jalan Juanda dan Jalan AW Syahrani, peran pentingnya ada di Polder Air Hitam. Tahun ini fungsi tampungan polder tersebut juga dioptimalkan. “Saluran Jalan AW Syahrani sisi kiri yang dibangun tahun lalu akan dibuat crossing menuju Polder Air Hitam, sehingga tidak membebani Jalan H Juanda,” terangnya.

Begitu juga saluran drainase di Jalan Kadrie Oening, sebagian akan dialirkan ke Polder Air Hitam melalui pembangunan drainase di Gang Mentari. Karena ketinggian berbeda, tahun ini dilakukan revisi terhadap elevasi saluran.

“Termasuk membangun ulang drainase di Gang Respen menyesuaikan kondisi aliran air saat ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan dalam pekerjaan drainase di Jalan Juanda adalah lalu lintas yang padat, sehingga pihaknya telah meminta petunjuk dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk membantu pengaturan lalu lintas, khususnya ketika jam sibuk. Kendala lain yakni pembangunan konstruksi yang harus berhati-hati, karena dekat dengan struktur flyover, hingga potensi permasalahan lahan yang mungkin terjadi, serta permasalahan utilitas seperti pipa air bersih, kabel listrik dan telepon.

“Semua pihak terkait akan dikoordinasikan, sehingga diharapkan proyek tersebut bisa mulai setelah Lebaran (pertengahan April), dan rampung sesuai target, akhir Desember mendatang,” pungkasnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Dwi Restu A