Dia menyebut saat ini tengah meminta OPD teknis bersama TAPD mengkaji beberapa opsi, misalnya mengalokasikan anggaran APBD untuk pengadaan seluruh buku dengan kebutuhan anggaran Rp 62 miliar.
Opsi lain, tidak mewajibkan buku penunjang, Dimana pemerintah akan membeli sebagian buku, agar siswa bisa memakai bersama dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 15-20 miliar.
“Ada pula pengadaan buku bagi siswa tidak mampu yang berjumlah sekitar 30 persen dari total siswa yang ada, dengan kebutuhan anggaran Rp 18 miliar. Atau menggunakan modul ajar digital dari kemendikbud. Pada opsi ini pemerintah juga bisa mencetak sendiri, tentu dengan kualitas berbeda dari penerbit saat ini, dan membutuhkan anggaran Rp 20 miliar,” pungkasnya.
Dia menambahkan dalam beberapa waktu ke depan akan menggelar rapat lanjutan, guna mencari solusi jangka panjang atas masalah ini. “Kami akan terus berupaya mencari solusi yang adil dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini," pungkasnya.
Jumlah SD negeri di Samarinda ada 163 sekolah, SMP negeri sebanyak 49 sekolah. Jika digabung keseluruhan itu ada 212 sekolah yang terdiri dari SD dan SMP. Siswa SD berjumlah 62.798, dan siswa SMP berjumlah 27.168. Total keseluruhan siswa SD dan SMP sebanyak 89.966.
Editor : Uways Alqadrie