Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Elpiji 3 Kg Langka, Harga di Samarinda Tembus Rp 43 Ribu Per Tabung, Ini Solusi yang Dilakukan Pemkot Samarinda…

Denny Saputra • Selasa, 10 Juni 2025 | 19:42 WIB
JADI POLEMIK: Keberadaan elpiji subsidi 3 kilogram di Paser ini terus menuai kontroversi terkait distribusi dan harganya.
JADI POLEMIK: Keberadaan elpiji subsidi 3 kilogram di Paser ini terus menuai kontroversi terkait distribusi dan harganya.

KALTIMPOST.ID-Menjelang Iduladha pada Jumat (6/6) lalu, kelangkaan gas elpiji 3 kg mulai dikeluhkan masyarakat. Harga di lapangan bahkan disebut-sebut melambung hingga Rp 43 ribu per tabung.

Menyikapi kondisi itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan langsung bergerak cepat. Operasi pasar gas subsidi akan digelar dua hari berturut-turut di dua kecamatan berbeda.

Rabu (11/6), operasi pasar akan dilangsungkan di Kecamatan Samarinda Seberang. Disusul Kamis (12/6) di Kecamatan Samarinda Ulu.

“Setiap kecamatan akan mendapat kuota sebanyak 560 tabung,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Nurrahmani, Selasa (10/6).

Yama, sapaan akrab Nurrahmani, menyebut langkah itu merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Ia menegaskan distribusi gas subsidi harus tepat sasaran. Maka, mekanisme pembelian diatur secara ketat.

“Ada beberapa kriteria warga yang boleh membeli. Salah satunya adalah pemilik kartu kendali yang belum mendapat jatah karena keterlambatan waktu pengambilan,” terangnya.

Selain itu, warga tidak mampu dengan surat keterangan dari RT juga berhak membeli. Pihaknya tidak membatasi hanya warga kecamatan setempat saja, selama memenuhi syarat, warga dari seluruh Samarinda bisa mengakses.

“Jika masih ada sisa tabung di akhir operasi pasar, barulah dibuka untuk umum,” ujarnya.

Dia menyinggung maraknya penyalahgunaan gas subsidi oleh pelaku usaha besar. Padahal gas melon itu diperuntukkan untuk warga miskin dan usaha kecil.

“Kami akan melakukan razia di warung-warung atau toko beromzet besar yang masih memakai elpiji 3 kg,” tegasnya.

Dinas Perdagangan Samarinda pun mendorong adanya rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Pertamina, serta para agen dan pangkalan.

Tujuannya adalah membangun komitmen bersama agar distribusi gas subsidi tepat sasaran.

“Setiap menjelang hari besar keagamaan pola seperti ini berulang. Yang ribut juga bukan warga miskin, karena mereka umumnya sudah aman dengan kartu kendali. Masalahnya justru di pengecer dan distribusi liar,” pungkasnya.

Dia berharap masyarakat turut mengawasi dan tidak ikut mempermainkan distribusi. Jangan sampai subsidi yang mestinya untuk warga kurang mampu justru dinikmati oleh yang mampu. “Kalau tidak sesuai ketentuan, akan kami tindak,” pungkasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD #elpiji 3 kg #Wali Kota Samarinda Andi Harun #gas melon 3 kg