SAMARINDA– Proyek pembangunan drainase di Jalan Pasundan, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, dinilai berhasil mempercepat surutnya genangan saat hujan deras. Namun di balik dampak positif itu, muncul masalah lain yang tak kalah penting, lubang-lubang bekas galian yang belum tertangani dan membahayakan pengguna jalan.
Lubang-lubang yang berada di tepi saluran tersebut kerap memicu kecelakaan, terutama pada malam hari. Meski lokasi sudah sempat ditutup pasca penggalian, namun sejumlah titik kembali ambles, menyisakan ceruk berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Lurah Jawa Mukmin membenarkan adanya keluhan warga terkait kondisi ini. Salah satunya berasal dari warga RT 21 yang melaporkan keberadaan lubang sejak dua bulan lalu.
“Kami sudah menerima laporan itu dan langsung menyampaikannya kepada pelaksana proyek. Bahkan sudah diteruskan ke kontraktor karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya, Selasa (25/6).
Menurutnya, jumlah lubang tidak terlalu banyak, sekitar empat hingga lima titik. Namun posisinya berada di jalur aktif kendaraan, sehingga kerap menyebabkan gangguan. “Bahkan pengendara mobil pun sering kena. Kami khawatir kalau tidak segera ditutup, bisa menyebabkan kecelakaan yang lebih serius,” tegasnya.
Mukmin mengapresiasi keberhasilan proyek drainase dalam mengurangi genangan air. Menurutnya, meskipun proyek di sisi kiri jalan belum rampung sepenuhnya, tetapi waktu surut air sudah jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Namun ia mengingatkan agar aspek keselamatan warga juga menjadi perhatian utama.
“Jangan sampai proyek yang niatnya bagus, untuk penanganan banjir, justru menyisakan persoalan baru. Lubang di jalan itu harus segera ditangani sebelum menimbulkan korban,” tambahnya.
Ia berharap pihak kontraktor maupun dinas terkait tidak menunggu terlalu lama untuk melakukan perbaikan. “Selama masa pemeliharaan, semestinya perbaikan seperti ini bisa langsung ditindaklanjuti. Ini soal tanggung jawab,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan