KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Progres pengadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda mendapat apresiasi langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu disampaikan Deputi BGN Bidang Promosi dan Kerja Sama, Nyoto Suwignyo, saat menghadiri peresmian SPPG Bugis yang berlokasi di ruang bawah Go Mall Samarinda (eks Plaza Mulia), Jalan Bhayangkara, Kamis (6/11).
Dalam sambutannya, Nyoto Suwignyo memuji kecepatan Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan dapur MBG. Dia menyebut, April lalu pernah ke Samarinda dan masih sepi saja, namun kini sudah siap 20 dapur dan semua berjalan. “Insyaallah di 2025 ini 74 dapur bisa dibangun di Samarinda,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemkot dalam menjalankan amanah program Presiden untuk memastikan anak sekolah dasar mendapat asupan gizi seimbang setiap hari.
Terkait pasokan bahan pokok dan penting (bapokting) yang sempat disinggung Wali Kota Samarinda Andi Harun, Nyoto menilai kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci keberlanjutan program. “Kami sudah menyarankan, semua harus berkolaborasi, mulai dari pemerintah kabupaten, kota, kecamatan, desa, provinsi, hingga pusat, bahkan lintas provinsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, BGN tengah menyiapkan sistem digital berbasis aplikasi, agar setiap daerah bisa memantau ketersediaan stok pangan secara real time. Dengan begitu, jika satu daerah kekurangan pasokan, bisa segera diketahui dan disalurkan. “Tapi idealnya, tiap daerah menyiapkan bahan bakunya sendiri,” terangnya.
Ia juga menilai, pengelolaan SPPG Bugis oleh tenaga katering berpengalaman menjadi nilai tambah tersendiri. Dari sisi higienitas dan kesehatan makanan, seluruh proses sudah sesuai standar. “Selain itu, mereka juga aktif memberikan pelatihan kepada katering lain agar bisa ikut menjadi pengelola dapur MBG, termasuk menyiapkan sertifikasi penjamah makanan. Ini penting untuk memastikan kualitas gizi dan kebersihan tetap terjaga,” singkatnya.
BGN, lanjutnya, siap terus mendampingi Pemkot Samarinda dalam penyusunan rekomendasi dan standar teknis dapur MBG. “Kami membantu agar semua dapur bisa memenuhi persyaratan sistem logistik dan higienitas sesuai regulasi,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani