KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sebuah pemandangan kontras tampak di Jalan HM Ardans (ring road 3) Kecamatan Samarinda Ulu. Saat satu titik jalan rusak parah hingga menyerupai kubangan, tak jauh dari lokasi tersebut pada Selasa (11/11) lalu, pemerintah justru tengah melakukan pengecatan median jalan. Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan publik soal penentuan skala prioritas dalam kegiatan pemeliharaan jalan.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Permukiman Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, Muhammad Ilyas, membenarkan pekerjaan yang dilakukan timnya di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, jalan itu merupakan kewenangan Pemprov Kaltim, sehingga kegiatan pemeliharaan memang menjadi bagian dari program rutin mereka. “Memang perbaikan dari kami,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (13/11).
Ilyas menambahkan, wilayah kerja UPTD II cukup luas, mencakup Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Kutai Barat (Kubar). Dalam setahun, berbagai jenis pemeliharaan dilakukan, mulai dari pengecoran spot rusak, pengaspalan, perbaikan bahu jalan, pembersihan drainase, hingga perbaikan trotoar.
“Kami selalu melakukan perbaikan sebagaimana titik jalan yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Terkait anggaran, UPTD II mendapat alokasi sekitar Rp 9 miliar per tahun untuk pemeliharaan rutin di seluruh wilayah kewenangan. Dengan cakupan yang luas, prioritas perbaikan biasanya ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya.
“Kalau pun ada jalan yang belum sempat tertangani tahun ini, kami mohon warga bersabar. Begitu masuk tahun anggaran selanjutnya atau 2026, akan kami lanjutkan perbaikannya,” ujarnya.
Sementara itu, titik rusak di kawasan simpang menuju Jalan Anang Hasyim disebut bisa jadi merupakan kerusakan baru atau belum masuk daftar penanganan tahun ini. Namun demikian, pihaknya akan menurunkan tim mengecek ke sana, mengingat ring road 3 merupakan jalur alternatif yang banyak dilalui kendaraan berat. “Kami akan arahkan tim ke sana,” pungkasnya.
Fenomena di ring road ini menjadi pengingat pentingnya penentuan skala prioritas yang tepat dalam setiap kegiatan pemeliharaan. Sebab, di mata warga, pengecatan median jalan di tengah kerusakan parah di sisi lain terasa janggal dan tidak proporsional. (*)
Editor : Duito Susanto