KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan penting (bapokting) menjelang Nataru dalam kondisi aman dan terkendali, sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang merah terpantau mengalami kenaikan harga.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan, sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi rangkaian hari besar keagamaan, mulai Nataru, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri. Dari hasil pemantauan di Pasar Merdeka, ditemukan kenaikan harga pada beberapa komoditas hortikultura.
“Cabai dan bawang merah memang mengalami kenaikan. Itu salah satunya dipengaruhi curah hujan tinggi di daerah pemasok,” ujarnya.
Baca Juga: Siap Adu Kuat! Ini Daftar Calon Lawan Persib di 16 Besar AFC Champions League Two 2
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi berlanjut, Pemkot Samarinda menyiapkan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya melalui operasi pasar. “Kalau dalam beberapa hari ke depan harga terus melonjak, salah satu jalan yang kami tempuh yakni operasi pasar,” tegasnya.
Pemkot memiliki lima toko inflasi yang bisa dimanfaatkan sebagai penyeimbang harga, yakni di Pasar Merdeka, Pasar Baqa, Pasar Sungai Dama, Pasar Segiri, serta di kawasan Ketapang Tani. Operasi pasar akan dilakukan secara selektif sesuai komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, termasuk ikan dan kebutuhan pangan lainnya.
Selain pasar tradisional, sidak juga dilakukan ke Indogrosir dan Gudang Bulog Samarinda. Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya dipastikan mencukupi. “Bulog bahkan memiliki stok hingga lima bulan ke depan, bukan hanya untuk Samarinda, tapi juga untuk beberapa daerah lain di Kaltim,” jelasnya.
Marnabas turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. “Belanja secukupnya. Jika panik, justru bisa membuat barang menjadi langka dan merugikan banyak pihak. Pedagang juga diharapkan menjual barang secara wajar serta menghindari penimbunan,” kata Marnabas.
Pemkot Samarinda, lanjut Marnabas, akan terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, Perumda Varia Niaga, Bulog, dan perangkat daerah terkait untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. “Intinya kondisi Samarinda masih aman dan terkendali. Kami siap turun jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A