Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tawarkan Kemudahan Perizinan dan Kepastian Lahan Jadi Daya Tarik KPBU RSUD IA Moeis

Denny Saputra • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:01 WIB
Dr Osa Rhafsodia
Dr Osa Rhafsodia

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya memberi kepastian dan kemudahan bagi calon investor dalam proyek KPBU Pengembangan RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis). Di tengah proses evaluasi dan penyesuaian skema KPBU, pemerintah memastikan aspek perizinan hingga status lahan sudah bersih dan siap dikembangkan. Hal ini menjadi salah satu nilai lebih yang ditawarkan kepada investor sektor kesehatan.

Direktur RSUD IA Moeis, dr Osa Rhafsodia, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, kejelasan administrasi menjadi faktor utama agar investor memiliki keyakinan untuk masuk dalam proyek jangka panjang seperti KPBU rumah sakit. “Nilai lebih pertama itu otomatis dari pemerintah, terutama soal perizinan dan sertifikat lahan yang sudah clear,” ujarnya, Selasa (13/1).

Dr Osa menjelaskan, RSUD IA Moeis memiliki lahan seluas sekitar 10 hektare dengan pemanfaatan eksisting baru sekitar 3 hektare. Artinya, masih tersedia ruang yang sangat luas untuk pengembangan fasilitas kesehatan berstandar internasional, termasuk penambahan gedung layanan dan infrastruktur pendukung. “Kami masih punya lahan yang potensial dikembangkan,” terangnya.

Selain kesiapan lahan, ia menilai kekuatan sumber daya manusia juga menjadi daya tarik tersendiri. RSUD IA Moeis saat ini telah memiliki jumlah dokter spesialis yang cukup banyak dengan kompetensi mumpuni untuk menopang layanan rujukan regional.

“Kita punya SDM yang hebat-hebat, dokter spesialis kita sudah luar biasa banyak,” jelasnya.
Terkait keberadaan sejumlah rumah sakit baru di sekitar kawasan Samarinda, seperti RS Polri, Osa menegaskan hal tersebut tidak dipandang sebagai ancaman. Justru, jaringan rumah sakit yang tumbuh dinilai dapat saling melengkapi sesuai dengan kapasitas dan spesialisasi layanan masing-masing.

“Walaupun di sekitar sini banyak rumah sakit baru, itu kami anggap sebagai mitra jejaring, karena kapasitas dan peran kita berbeda, saling menutup kekurangan lewat jejaring layanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses KPBU saat ini masih berjalan dan memerlukan waktu untuk penyesuaian dokumen. Pengumuman groundbreaking maupun tahapan lelang ulang akan disampaikan secara resmi oleh wali kota Samarinda Andi Harun setelah seluruh proses administrasi rampung.

“Ini semua masih berproses, jadi kita tunggu dulu, kalau sudah selesai baru nanti ada pernyataan resmi kapan lelang ulang dan tahapan berikutnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#dr Osa Rhafsodia #RSUD Inche Abdoel Moeis #cari investor #kpbu