Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Baznas Kota Samarinda Pastikan Zakat Tepat Sasaran, Target 2026 Rp 14 Miliar  

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:35 WIB

 

Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris.
Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris.
 

 

SAMARINDA - Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi kunci utama pengelolaan zakat di Kota Samarinda. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak melalui proses verifikasi berlapis.

Kepala Baznas Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris menjelaskan, mekanisme pendayagunaan diawali dengan pengumpulan data mustahik dari tingkat RT di setiap kelurahan, lalu direkap di kecamatan sebelum diserahkan ke Baznas.

"Setelah data masuk, kami lakukan asesmen. Kemudian survei langsung ke lokasi, wawancara untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan calon penerima manfaat," ujarnya.

Tak berhenti pada penyaluran, Baznas juga melakukan evaluasi dan pendampingan selama tiga bulan. Bantuan yang diberikan umumnya dalam bentuk barang produktif sesuai hasil asesmen. Program pemberdayaan itu kini telah berjalan di delapan kecamatan. Salah satu produk binaan yang telah diluncurkan adalah Z-Drink, produk lokal hasil program pemberdayaan Baznas Samarinda.

Selama Ramadan, Baznas juga menyalurkan paket bantuan, meski jumlahnya menyesuaikan dengan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang masuk. Untuk memperluas jangkauan, Baznas telah membentuk sekitar 325 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, musala, dan langgar yang tersebar di Samarinda.

"UPZ ini sudah mendapatkan rekomendasi resmi dari Baznas Kota Samarinda. Jadi masyarakat bisa menyalurkan zakatnya di sana kalau tidak sempat ke kantor," jelasnya.

Selain itu, Baznas juga menyediakan layanan call zakat dan jemput bola. Muzakki yang tidak dapat datang langsung cukup menghubungi layanan yang tertera di laman resmi Baznas. Petugas siap melayani, bahkan hingga 24 jam.

Di sisi lain, potensi zakat di Samarinda dinilai sangat besar. Berdasarkan perhitungan internal, potensi tersebut bisa mencapai Rp 125 miliar per tahun. Namun untuk 2026, Baznas menargetkan penghimpunan sebesar Rp 14 miliar.

"Potensinya besar, tapi kami masih terus melakukan sosialisasi dan penguatan program agar memudahkan muzakki membayar zakat, infak, dan sedekah," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#zakat #Baznas Samarinda