Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hasil Sidak Temukan SPBU Diduga “Nakal”, Segel Satu Nozel karena Tak Sesuai Standar

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 11 Maret 2026 | 17:06 WIB

KALIBRASI: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri meninjau alat ukur BBM saat sidak di SPBU Tani Aman, Rabu (11/3). HAFIZ/KP
KALIBRASI: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri meninjau alat ukur BBM saat sidak di SPBU Tani Aman, Rabu (11/3). HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pemerintah Kota Samarinda menemukan indikasi persoalan pada alat ukur di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Samarinda.

Sidak yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, satu nozzle pompa BBM di SPBU Pertamina di Jalan HAM Rifaddin, Kelurahan Tani Aman, terpaksa disegel karena mendekati ambang batas kesalahan ukur.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap sesuai standar, serta tidak merugikan konsumen, khususnya menjelang momentum Lebaran ketika konsumsi BBM meningkat.

Saefuddin Zuhri menjelaskan, dari hasil pengecekan ditemukan salah satu pompa mesin SPBU yang harus segera dilakukan kalibrasi ulang. Langkah penyegelan sementara dilakukan agar alat tersebut tidak digunakan sebelum proses perbaikan dan pengujian ulang selesai.

"Kalau dilihat di SPBU Jalan HAM Rifaddin, ada beberapa kendala yang harus segera dikalibrasi. Tadi kami sudah komunikasi dengan Pertamina, dan satu nozzle langsung disegel untuk segera dilakukan kalibrasi," ujarnya, Rabu (11/3).

Menurutnya, pengawasan terhadap alat ukur di SPBU sangat penting, agar tidak ada yang dirugikan saat membeli bahan bakar. "Kalau kelebihan mungkin jarang terjadi, tapi kalau kekurangan itu yang menjadi masalah," jelasnya.

Nozzle yang disegel tidak boleh dioperasikan sebelum dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi oleh instansi metrologi serta pihak terkait. "Kalau belum dicek metrologi dan instansi terkait, belum boleh dioperasikan," tegasnya.

Terkait adanya dugaan praktik SPBU "nakal", Saefuddin menilai hal tersebut belum dapat disimpulkan. Saat ini fokus pemerintah adalah memastikan alat ukur kembali sesuai standar melalui proses kalibrasi.

"Kalau soal dugaan-dugaan kami belum tahu. Yang jelas sekarang disegel dulu karena sudah berada di ambang batas error. Artinya masih bisa digunakan, tapi sudah mendekati batas pelayanan yang kurang baik," katanya.

Selain mengecek alat ukur, Pemkot Samarinda juga memastikan kesiapan distribusi BBM menjelang Idulfitri. Saefuddin berharap pasokan dari Pertamina tetap aman sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"Alatnya harus bagus, tapi kalau persediaan tidak ada juga percuma. Kami berharap Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM tetap aman," pungkasnya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#segel #spbu #nozzle #samarinda