Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Seleksi Sekda Samarinda Pakai Sistem Manajemen Talenta, Lima Nama Berebut Kursi

Denny Saputra • Rabu, 11 Maret 2026 | 18:32 WIB

UJIAN: Salah satu peserta ukom calon JPTP Samarinda mempresentasikan materi di hadapan tim penguji atau Komite Talenta di BKPSDM Samarinda, Rabu (11/3). (DENNY SAPUTRA/KP)
UJIAN: Salah satu peserta ukom calon JPTP Samarinda mempresentasikan materi di hadapan tim penguji atau Komite Talenta di BKPSDM Samarinda, Rabu (11/3). (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda menggelar uji kompetensi teknis (ukom) untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) sekretaris daerah (sekda) di kantor BKPSDM, kompleks Balaikota Samarinda Rabu (11/3).

Proses ini menjadi tahap awal penentuan calon sekda baru menjelang masa pensiun pejabat yang saat ini menjabat, Hero Mardanus Satyawan pada 1 April 2026 mendatang. Mekanisme yang digunakan juga berbeda karena mengacu pada sistem merit dan manajemen talenta sesuai regulasi Kementerian PAN-RB.

Kepala BKPSDM Samarinda Fiona Citrayani menjelaskan, proses pengisian jabatan sekda memang dapat dimulai sebelum pejabat yang ada memasuki masa pensiun. Karena itu, tahapan uji kompetensi teknis sudah mulai dilaksanakan agar proses suksesi berjalan tepat waktu.

Baca Juga: PMI Samarinda Salurkan Puluhan Juta Rupiah untuk Kebahagiaan Anak Yatim Jelang Idulfitri

“Dua bulan sebelum sekda yang ada pensiun memang sudah diperkenankan untuk melakukan proses pengisian jabatan. Karena itu hari ini kita mulai dengan uji kompetensi teknis,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode seleksi kali ini tidak lagi menggunakan mekanisme seleksi terbuka atau open bidding seperti sebelumnya. Pengisian jabatan dilakukan melalui sistem manajemen talenta yang berbasis meritokrasi dalam pengelolaan aparatur sipil negara.

“Artinya yang kami panggil hari ini adalah pejabat yang sudah terpetakan dalam sistem berdasarkan potensi dan kinerjanya,” jelas Fiona. Pemetaan tersebut menggunakan sistem SIMATA atau Sistem Manajemen Talenta yang terintegrasi dengan manajemen talenta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam sistem tersebut, pegawai dipetakan dalam sembilan kotak penilaian, dengan kotak tertinggi menunjukkan kombinasi kinerja dan potensi terbaik. “Untuk pengisian sekda di Samarinda, kebijakan kami mengambil dari kotak tertinggi yaitu kotak 9, karena sekda merupakan pimpinan tertinggi di lingkungan pemerintah kota,” terangnya.

Baca Juga: Lapak Pasar Pagi Dibagi Bertahap, Disdag Pastikan Sesuai Kriteria Pedagang Aktif

Berdasarkan pemetaan sistem per 2 Maret, terdapat lima pejabat yang masuk dalam kelompok rencana suksesi dan dipanggil mengikuti uji kompetensi teknis. Pelaksanaan ini juga sudah berdasarkan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 657 Tahun 2025 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

“Namun dalam pelaksanaan, satu peserta mengikuti proses secara daring, empat lainnya secara langsung,” ucapnya. Dia menambahkan tahapan uji kompetensi dilakukan melalui penyusunan bahan presentasi, wawancara, serta penilaian oleh Komite Talenta yang terdiri dari unsur pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan akademisi.

“Nanti setelah keluar tiga besar, hasilnya kami kirim ke BKN untuk diverifikasi. Setelah itu kami koordinasikan dengan provinsi, baru kemudian wali kota dapat menentukan dan melantik siapa yang akan menjabat sebagai sekda,” pungkasnya.

Sebagai informasi, mereka yang mengikuti ukom yakni Ananta Fathurrozi selaku Kepala BPKAD, Anis Siswantini selaku kepala Satpol PP, Marnabas selaku Asisten II, Neneng Chamelia Shanti, dan Suwarso selaku kepala BPBD. Sementara mengacu jadwal, setelah hasil uji kompetensi, dijadwalkan pengusulan 3 besar nama peserta ke BKN untuk mendapat rekomedasi yakni 16 Maret dan pengumuman pada 30 Maret 2026. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#BKPSDM Samarinda #sekda #samarinda