Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Merit System Diklaim Lebih Cepat, Sekda Definitif Ditargetkan April Diumumkan

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:37 WIB

KANDIDAT: Seleksi Sekda Samarinda mengerucut ke tiga nama, pengumuman awal April. HAFIZ/KP
KANDIDAT: Seleksi Sekda Samarinda mengerucut ke tiga nama, pengumuman awal April. HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota Samarinda mengubah pola seleksi Sekretaris Daerah (Sekda). Tanpa lelang jabatan dan assessment konvensional, penentuan kandidat kini sepenuhnya mengandalkan sistem manajemen talenta atau merit system yang dinilai lebih objektif dan transparan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, pendekatan itu berbasis kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui indikator 9-Box Grid. Hanya pegawai dengan nilai tertinggi yang berhak masuk dalam bursa calon sekda. "Jadi kita tidak melakukan assessment seperti dulu. Karena Samarinda sudah menerapkan manajemen talenta. Salah satu syarat calon sekda itu harus memiliki nilai sembilan dalam 9-Box Grid," ujarnya, Senin (30/3).

 Baca Juga: Pendapatan APBN Kaltim Turun 4,84 Persen, Belanja Tetap Ngebut

Ia menjelaskan, terdapat lima ASN yang memenuhi kriteria nilai tertinggi tersebut. Kelimanya dinilai memiliki peluang yang sama untuk menduduki jabatan sekda. Proses selanjutnya dilakukan melalui pendalaman tim khusus hingga tahap wawancara akhir oleh wali kota.

Dari lima nama calon sekda sebelumnya, seleksi mengerucut menjadi tiga. Mereka adalah Neneng Chamelia Santi, Marnabas Patiroy, dan Ananta Fathurrozi. Dari tiga nama itu nantinya akan dipilih satu orang untuk mengisi posisi Sekda Samarinda definitif. "Semua punya peluang yang sama. Nanti dari tiga besar itu akan keluar satu nama," tambahnya.

Menurut Andi Harun, merit system membuat proses seleksi jauh lebih cepat dibandingkan mekanisme lelang jabatan sebelumnya, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Dengan sistem baru, penetapan sekda diperkirakan rampung dalam waktu singkat. "Saya perkirakan awal April sudah keluar nama sekda definitif," kata AH.

 Baca Juga: KONI Kaltim Umumkan Jadwal Musorprov 2026, Ini Tema dan Misinya

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa merit system menutup ruang praktik subjektivitas, termasuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Penilaian sepenuhnya berbasis kinerja yang terekam dalam sistem nasional milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). "Sekarang tidak lagi melibatkan perasaan. Semua berbasis kinerja. Sistemnya juga online dan dikendalikan oleh BKN, bukan pemerintah daerah," tegasnya.

Selain itu, sistem tersebut juga berlaku untuk promosi jabatan lain di lingkungan Pemkot Samarinda. ASN minimal harus memiliki nilai tuju dalam 9-Box Grid untuk dapat dipromosikan, sementara nilai lima dan enam dipastikan tidak memenuhi syarat.

Di sisi lain, AH menekankan bahwa integritas menjadi faktor utama dalam penentuan sekda terpilih. Mengingat posisi tersebut sangat strategis dalam mengendalikan roda birokrasi.

 Baca Juga: Berikut Jadwal Keberangkatan Kapal Pelni dan Swasta dari Pelabuhan Loktuan

"Kami berharap yang terpilih nanti memiliki integritas tinggi. Sekda itu memimpin birokrasi agar adaptif, bersih, dan profesional dalam pelayanan publik," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#merit system #sekda #samarinda