Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riuh yang Tertinggal, Cerpen Karya Sahari Nor Wakhid

R
Penulis: Redaksi KP❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Suara paling bising tidak selalu lahir dari ribuan orang yang memenuhi jalan raya. Kadang ia bersembunyi di ruang yang sempit, di antara tumpukan buku yang belum sempat diperiksa, dan aroma kopi yang mulai kehilangan hangatnya. Di sanalah keyakinan saling berkelindan tanpa pengeras suara, tanpa spanduk, tanpa barikade. Yang tersisa hanyalah kata-kata yang perlahan berubah menjadi senjata, mengiris persahabatan yang telah dibangun bertahun-tahun. 

Ruang guru terasa lebih gaduh daripada suara di jalanan. Rendra menatap layar gawainya. Tayangan memperlihatkan lautan mahasiswa yang bergerak perlahan menuju pusat kota dalam demonstrasi bertajuk ‘Aksi Menuju Indonesia Bangkrut’. 

Lima tuntutan menjadi nadi aksi hari itu. Massa menuntut penghentian pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM nonsubsidi, hentikan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, akhiri militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak dari kritik. 

Rendra menyimak tanpa berkedip, seolah setiap kalimat sedang mencari tempat untuk berdiam di dalam kepalanya.

Di seberang meja Rendra, Surya menutup map nilai yang sedang diperiksanya. Ia tidak menoleh sedikit pun.

Advertisement

“Masih saja ditonton.”

“Kenapa? Bukankah kita harus tahu apa yang sedang terjadi?”

Surya akhirnya menatap rekannya. Tatapannya datar, tetapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih keras daripada kata-kata.

“Tahu saja tidak akan mengubah keadaan.”

“Setidaknya mereka tidak diam.”

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kau Akan hidup Panjang sebagaimana Tembangmu Akan Selalu Berdendang

Kau Akan hidup Panjang sebagaimana Tembangmu Akan Selalu Berdendang

Cerpen Siti Nur Rajihah, “Kau Akan Hidup Panjang sebagaimana Tembangmu Akan Selalu Berdendang”, mengisahkan harapan hingga keabadian.

Sup Lidah; Cerita Pendek Karya Risda Nur Widia

Sup Lidah; Cerita Pendek Karya Risda Nur Widia

Cerpen “Sup Lidah” karya Risda Nur Widia mengisahkan pengacara yang kehilangan lidah saat memperjuangkan keadilan. Alegori soal pembungkaman

Para Pencari Raungan Keadilan; Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar

Para Pencari Raungan Keadilan; Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar

Melalui cerpen alegoris Para Pencari Raungan Keadilan, Wahdi Anwar mengisahkan perjuangan tiga makhluk kecil mencari simbol keadilan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer