Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balikpapan Peringkat II Nasional Pengelolaan Sampah

A
Penulis: Ajie Chandra❯

 

SAMPAH EKONOMIS: Tak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sampah-sampah organik yang telah dipilah diolah menjadi produk baru yang ekonomis dan ramah lingkungan.
SAMPAH EKONOMIS: Tak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sampah-sampah organik yang telah dipilah diolah menjadi produk baru yang ekonomis dan ramah lingkungan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Kota Beriman kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota ini berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam pengelolaan sampah. Sebuah capaian yang menegaskan konsistensi dan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun lingkungan berkelanjutan.


Advertisement

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan atas kinerja pengelolaan sampah yang dinilai inovatif, berkelanjutan, serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Capaian ini sekaligus mengukuhkan Balikpapan sebagai salah satu kota percontohan nasional dalam tata kelola persampahan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, khususnya DLH, serta dukungan aktif masyarakat.

Advertisement

“Balikpapan meraih peringkat dua nasional dalam pengelolaan sampah. Ini menunjukkan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan partisipasi warga. Capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi,” ujar Rahmad belum lama ini.

Menurutnya, posisi kedua nasional mencerminkan keseimbangan antara capaian kinerja dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah. Rahmad menjelaskan, Kota Surabaya yang menempati peringkat pertama memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga internasional, sementara Balikpapan memilih jalur pembangunan yang lebih mandiri tanpa menambah utang daerah.

“Pembangunan harus sehat dan keuangan daerah tetap kuat demi masa depan kota. Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi yang tepat bisa menghasilkan hasil maksimal tanpa membebani anggaran,” tegasnya.

Advertisement

BANGGA: Asisten 2 Sekkot Andi Yusri diapit Kepala DLH Sudirman Djayaleksana (kiri) dan Kepala DPU Rita menerima penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kinerja pengelolaan sampah
BANGGA: Asisten 2 Sekkot Andi Yusri diapit Kepala DLH Sudirman Djayaleksana (kiri) dan Kepala DPU Rita menerima penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kinerja pengelolaan sampah
Prestasi tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dijalankan DLH Balikpapan, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penguatan bank sampah di tingkat kelurahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang semakin efisien dan ramah lingkungan.

Wali Kota menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk terus berinovasi, mengingat dampak positifnya sangat signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Lebih jauh, Rahmad menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan amanah bersama untuk terus menjaga lingkungan kota. Partisipasi aktif masyarakat, disiplin memilah sampah, serta kesadaran menjaga kebersihan ruang publik disebutnya sebagai faktor kunci keberhasilan.

“Cinta sejati itu merawat, bukan merusak. Kepedulian terhadap Balikpapan harus diwujudkan lewat tindakan nyata, tanggung jawab, dan keikhlasan. Peran seluruh elemen masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.

Selain DLH, Pemerintah Kota Balikpapan juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, sekolah, hingga komunitas lingkungan. Program edukasi, kampanye pengurangan sampah, serta pelatihan pengelolaan sampah dinilai efektif meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab warga terhadap lingkungannya.

Dengan capaian ini, Balikpapan diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi oleh kota-kota lain di Indonesia. Rahmad Mas’ud menegaskan, keberlanjutan prestasi tersebut bergantung pada inovasi yang konsisten, pengelolaan keuangan yang bijak, serta komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan dan tata kelola keuangan yang sehat bisa berjalan seiring. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan sehat,” katanya.

Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana berharap, penghargaan ini menjadi motivasi untuk pengelolaan sampah dan lingkungan di Balikpapan agar lebih balik lagi. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Masuk Nominasi PPD 2026, Ini 2 Program Unggulan Kota Balikpapan yang Jadi Sorotan

Masuk Nominasi PPD 2026, Ini 2 Program Unggulan Kota Balikpapan yang Jadi Sorotan

Balikpapan Nyaman Sekolah dan keberhasilan menekan volume sampah menjadi modal kuat Pemerintah Kota Balikpapan dalam ajang PPD 2026.

Hamil Tujuh Bulan, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Pesan Bidan RSIA Sayang Ibu Balikpapan

Hamil Tujuh Bulan, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Pesan Bidan RSIA Sayang Ibu Balikpapan

Dokter RSIA Sayang Ibu Balikpapan membagikan tips persalinan aman, mulai dari kesiapan mental, mengenali kontraksi, hingga tanda bahaya.

Persiba Balikpapan vs Kendal Tornado FC Malam Ini, Beruang Madu Hadapi Ujian Berat Tanpa Sudirman

Persiba Balikpapan vs Kendal Tornado FC Malam Ini, Beruang Madu Hadapi Ujian Berat Tanpa Sudirman

Persiba Balikpapan hadapi Kendal Tornado FC tanpa Sudirman. Pelatih sementara Yus Arfandy bidik hasil positif di tengah masa transisi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer