Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Musim Kemarau, IHM Perkuat Sistem Pencegahan Karhutla

A
Penulis: Ajie Chandra❯

 


Advertisement

CEGAH KARHUTLA: PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) menegaskan pendekatan pencegahan Karhutla sebagai strategi utama, yang melibatkan sosialisasi, patroli intensif, serta kesiapsiagaan tim dan peralatan di lapangan.
CEGAH KARHUTLA: PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) menegaskan pendekatan pencegahan Karhutla sebagai strategi utama, yang melibatkan sosialisasi, patroli intensif, serta kesiapsiagaan tim dan peralatan di lapangan.

 

BALIKPAPAN — Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius. PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) menegaskan pendekatan pencegahan sebagai strategi utama, dengan memperkuat sistem terpadu yang melibatkan sosialisasi, patroli intensif, serta kesiapsiagaan tim dan peralatan di lapangan.

Advertisement

Langkah ini tidak hanya berfokus pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada upaya menekan potensi sejak dini. Fire Mandor PT IHM, Fauzi, yang telah bekerja selama 12 tahun, menyebut kesiapan menghadapi musim kering dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kalau sudah beberapa hari tidak hujan, tim langsung siaga. Patroli dilakukan setiap hari, bahkan malam juga standby,” ujarnya.

Salah satu pilar utama pencegahan adalah sosialisasi yang menyasar tidak hanya karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar hingga pengguna jalan yang melintas di area operasional perusahaan. Edukasi ini dilakukan secara rutin, baik melalui program tahunan maupun pendekatan langsung di lapangan.

Advertisement

“Sosialisasi terus dilakukan, baik ke karyawan, masyarakat, maupun pengguna jalan, apalagi saat musim kemarau,” kata Fauzi.

Di sisi operasional, pemantauan kondisi lingkungan dilakukan dengan indikator Fire Danger Rating (FDR). Ketika curah hujan rendah dalam beberapa hari, status kewaspadaan langsung ditingkatkan. Patroli difokuskan pada area rawan, termasuk wilayah perbatasan dengan lahan masyarakat, guna mendeteksi potensi titik api sejak awal.

Untuk mendukung respons cepat, perusahaan juga memastikan kesiapan peralatan, mulai dari kendaraan patroli, mobil operasional, hingga unit pemadam kebakaran. Selain itu, tersedia baby tank untuk suplai air, mesin pompa, serta peralatan pemadam portabel seperti mini striker yang digunakan untuk penanganan awal titik api kecil.

“Pengecekan rutin dilakukan setiap minggu, dan untuk mesin dilakukan uji fungsi setiap bulan,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Desa Karang Jinawi PPU Kesulitan Air Bersih, Mudyat Noor Turun Langsung Salurkan Bantuan

Warga Desa Karang Jinawi PPU Kesulitan Air Bersih, Mudyat Noor Turun Langsung Salurkan Bantuan

Kekeringan melanda Sepaku, Pemkab PPU salurkan 19 ribu liter air bersih ke Karang Jinawi dan siapkan solusi jangka panjang.

LAPSUS: Kemarau Ancam Pasokan Pangan Kaltim, KPPU Soroti Harga Cabai hingga Distribusi BBM

LAPSUS: Kemarau Ancam Pasokan Pangan Kaltim, KPPU Soroti Harga Cabai hingga Distribusi BBM

KPPU memantau harga dan distribusi pangan Kaltim selama kemarau. Cabai, antrean BBM hingga surutnya sungai menjadi perhatian.

LAPSUS: Stok Pangan Kaltim Dinilai Masih Cukup, Pengamat Unmul Ingatkan Ancaman Pascakekeringan

LAPSUS: Stok Pangan Kaltim Dinilai Masih Cukup, Pengamat Unmul Ingatkan Ancaman Pascakekeringan

Stok Pangan Kaltim Dinilai Masih Cukup, Pengamat Unmul Ingatkan Ancaman Pascakekeringan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer