Mahasiswa DKV Universitas Mulia Susuri Praktik Industri di Samarinda Design Hub

SAMARINDA — Sejumlah mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Mulia (DKV UM) menghadiri kegiatan Industrial Visit & Study Program yang dirangkaikan dengan Illustration & Graphic Memoir Exhibition 2026 pada 18 April 2026 di kawasan Jl. Wahid H II, Komplek TVRI Graha Asri, Samarinda.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas kreatif Samarinda Design Hub ini menjadi ruang temu antara praktik industri dan proses pembelajaran akademik yang tengah dijalani mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi indikator kinerja program studi, khususnya pada aspek kunjungan ke industri.
Namun, aktivitas ini tidak berhenti pada pemenuhan target administratif. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan karya ilustrasi, komik, dan graphic memoir yang mengangkat lanskap kota, dinamika sosial, hingga narasi personal kreator—membuka kesempatan untuk memahami bagaimana gagasan berkembang menjadi bahasa visual yang komunikatif.
Pendiri Samarinda Design Hub sekaligus kurator pameran, Ramadhan S. Pernyata, menyambut kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari pertemuan yang produktif antara dunia pendidikan dan komunitas kreatif.
Ia menilai ruang pamer tidak hanya berfungsi sebagai tempat presentasi karya, tetapi juga sebagai medium belajar yang memperlihatkan proses kreatif secara terbuka—mulai dari perumusan ide, pengolahan cerita, hingga eksekusi visual.
Bagi Kaprodi DKV Universitas Mulia, Assaidatul Husna, SSn, MSn, kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan upaya membawa mahasiswa berhadapan langsung dengan realitas kerja kreatif.
Ia menyebutkan bahwa meskipun program studi DKV Universitas Mulia baru berjalan dua semester dengan satu angkatan, langkah ini menjadi upaya awal untuk mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri kreatif di Kalimantan Timur.
Menurutnya, momentum ini selaras dengan mata kuliah yang sedang ditempuh mahasiswa, yakni Proses Kreatif dan Ilustrasi. Pameran tersebut dinilai relevan sebagai referensi visual dalam memahami bagaimana memori personal dan narasi lokal diolah menjadi karya yang memiliki kekuatan visual sekaligus kedalaman cerita. Melalui observasi langsung, mahasiswa didorong untuk mengasah sensitivitas estetika serta kemampuan visual storytelling, yang nantinya ditransformasikan menjadi output akademik yang lebih konkret.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap potensi identitas lokal. Dalam pandangannya, tema-tema yang berangkat dari konteks lokal tidak hanya memiliki nilai kultural, tetapi juga berpeluang menembus pasar global ketika dikemas secara profesional. Meski hingga saat ini belum terjalin kerja sama formal antara program studi dan Samarinda Design Hub, interaksi semacam ini dinilai sebagai tahap awal untuk mengukur kesiapan mahasiswa sebelum memasuki rangkaian Capstone Project.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




