
BALIKPAPAN- Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dilantik, di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (2/5).
Dalam pelantikan itu, Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo melantik dr Indah Puspitasari sebagai Ketua PERSI Kaltim periode 2026-2030. Sementara itu, Ketua Umum MAKERSI Pusat Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, melantik dr. Edy Iskandar sebagai Ketua MAKERSI Kaltim periode 2026-2030.
Turut hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni, MPP, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin, Asisten III Kota Balikpapan sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati.
Mewakili Gubernur Kaltim, Sekda Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni memberikan apresiasi atas pelantikan pengurus PERSI dan MAKERSI Kaltim periode baru. Dirinya berharap kepengurusan ini dapat semakin memperkuat sinergi antar rumah sakit serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Ini kan organisasi yang mewadahi rumah sakit se-Kaltim, jadi perannya sangat besar, maka pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan profesionalisme pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin berkualitas, merata, dan berkeadilan," ujar Sri Wahyuni.
la juga menegaskan komitmen Pemerintah Kaltim dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi dan kelembagaan kesehatan.
“Kami ingin agar PERSI dan MAKERSI dapat terus bersinergi dengan pemerintah salah satunya memberikan rekomendasi kebijakan terkait dengan tata kelola rumah sakit hingga kebijakannya. Karena kan ada rumah sakit umum yang di bawahi pemerintah daerah, jadi kami butuh rekomendasi dan masukan dari organisasi ini tentunya,” terangnya.
Dan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga medis, Pemerintah Provinsi katanya menyiapkan program afirmasi pendidikan bagi dokter yang ingin melanjutkan studi ke jenjang spesialis dan sub-spesialis melalui program Gratispol.
Ia menyebut, program ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan profesional di berbagai wilayah Kaltim. “Pemerintah berkomitmen untuk memajukan kesehatan di Kaltim, salah satunya dengan memenuhi tenaga kesehatan yang profesional khususnya spesialis melalui ruang program khusus afirmasi pendidikan bagi para dokter yang akan mengambil spesialis,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




