Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Kerja KKN Harus sesuai Kondisi Masyarakat

M
Penulis: Maria Irham❯

 


Advertisement

PENDAMPINGAN: Didampingi Dosen Pembina Lapangan Wahyu Nur Alimyaningtias, tampak mahasiswa KKN Universitas Mulia telah turun di berbagai lokasi, salah satunya di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. 
PENDAMPINGAN: Didampingi Dosen Pembina Lapangan Wahyu Nur Alimyaningtias, tampak mahasiswa KKN Universitas Mulia telah turun di berbagai lokasi, salah satunya di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat.  

BALIKPAPAN- Keberhasilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan oleh ketepatan mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat sebelum menyusun program kerja. Pandangan tersebut disampaikan Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN Universitas Mulia Tahun 2026, Wahyu Nur Alimyaningtias, yang mendampingi mahasiswa di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat.

Menurut Wahyu, KKN merupakan ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Advertisement

Karena itu, program yang dijalankan mahasiswa perlu disusun berdasarkan persoalan dan potensi yang ditemukan di lapangan, bukan sekadar memenuhi target kegiatan selama masa pengabdian.

“Saya berharap pelaksanaan KKN Universitas Mulia Tahun 2026 tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi mampu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai potensi maupun permasalahan yang ada melalui program-program yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Wahyu menerapkan pola pendampingan yang diawali dengan observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Sebelum menyusun program kerja, mahasiswa diarahkan berdialog dengan warga, berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, ketua RT, tokoh masyarakat, serta berbagai kelompok masyarakat agar memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi wilayah.

Advertisement

Menurutnya, proses tersebut penting agar keputusan yang diambil mahasiswa memiliki dasar yang jelas dan memperoleh dukungan dari masyarakat setempat.

“Pendekatan ini penting agar setiap kegiatan yang dirancang benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan asumsi,” katanya.

Selain memastikan program relevan dengan kebutuhan masyarakat, Wahyu juga menekankan pentingnya keterkaitan antara kegiatan KKN dan capaian pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, memecahkan persoalan, serta menerapkan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Ia juga menilai bahwa kualitas pelaksanaan KKN tidak hanya terlihat dari kegiatan di lapangan, tetapi juga dari bagaimana setiap proses didokumentasikan secara sistematis. Oleh karena itu, penyusunan logbook, publikasi kegiatan, dan laporan akhir menjadi bagian penting dalam keseluruhan rangkaian KKN.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KKN UM 2026 Resmi Ditutup, Rektor Tekankan Keberlanjutan Program Berbasis Data Kelurahan

KKN UM 2026 Resmi Ditutup, Rektor Tekankan Keberlanjutan Program Berbasis Data Kelurahan

Unversitas Mulia memastikan hasil pengabdian KKN 2026 tidak berhenti saat masa tugas mahasiswa di lapangan usai.

Tanam 1.708 Pohon di IKN, Rektor Universitas Mulia Sebut Investasi Ekologis untuk Masa Depan

Tanam 1.708 Pohon di IKN, Rektor Universitas Mulia Sebut Investasi Ekologis untuk Masa Depan

Pembangunan IKN terus melaju dengan konsep forest city. Penghijauan menjadi penyeimbang agar kemajuan tetap berpijak pada kelestarian alam.

Infrastruktur IKN Semakin Siap tapi Komunitas Perkotaan Masih Perlu Tumbuh

Infrastruktur IKN Semakin Siap tapi Komunitas Perkotaan Masih Perlu Tumbuh

IKN dinilai siap menggelar kegiatan kenegaraan. Namun, pembentukan komunitas serta kehidupan sosial dan budaya perkotaan masih butuh waktu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer