SMK Kehutanan Negeri Samarinda Gelar In House Training Kesiapsiagaan Bencana, P3K, dan K3

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-SMK Kehutanan Negeri Samarinda menyelenggarakan In House Training (IHT) tentang Kesiapsiagaan Darurat Bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (24/10/2026) dan Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SMK Kehutanan Negeri Samarinda ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Siswa Kelas XI SMK Kehutanan Negeri Samarinda Ikuti Tes Kesamaptaan A, Wujudkan Generasi Berkualitas
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
"Sebagai sekolah berasrama, SMK Kehutanan Negeri Samarinda memiliki tanggung jawab untuk memastikan aspek keselamatan dan kesehatan menjadi perhatian bersama, baik bagi peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan," ujar Kepala SMK Kehutanan Negeri Samarinda, Mukhammad Ari Hidayanto, S.Hut., M.Ling.

Ari menambahkan, lingkungan sekolah berasrama memiliki aktivitas yang berlangsung tidak hanya saat pembelajaran, tetapi juga dalam keseharian di asrama.
Oleh karena itu, prosedur evakuasi, penanganan darurat, dan penerapan K3 menjadi bekal penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Baca Juga: SMK Kehutanan Negeri Samarinda Kukuhkan Angkatan XVIII, "Rimbawan Muda Penjaga Hutan Masa Depan"
"Melalui materi kesiapsiagaan darurat bencana, peserta diharapkan mampu mengenali potensi risiko, memahami langkah antisipasi, serta prosedur evakuasi yang tepat," kata Ari. Pengetahuan tersebut diperlukan agar warga sekolah dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
"Materi P3K juga menjadi bagian penting. Pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan bantuan awal kepada korban sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut," jelas Ari.
Ari menuturkan, materi K3 memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali bahaya, mencegah kecelakaan, serta membangun kebiasaan kerja yang aman. Hal ini relevan dengan karakteristik pendidikan kehutanan yang memiliki kegiatan praktik lapangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




