Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satya JKN Awards 2026: 8 Pemda dan 80 Badan Usaha Raih Penghargaan

AA
PENGHARGAAN: Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito (dua kiri), usai menyerahkan penghargaan Satya Jaminan Kesehatan Nasional Awards 2026.
PENGHARGAAN: Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito (dua kiri), usai menyerahkan penghargaan Satya Jaminan Kesehatan Nasional Awards 2026.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – BPJS Kesehatan memberikan penghargaan Satya JKN Awards 2026 kepada delapan pemerintah daerah dan 80 badan usaha. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen tinggi dalam menjaga keberlanjutan serta kepatuhan pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa JKN merupakan instrumen krusial bagi negara dalam membangun masyarakat produktif. Menurutnya, proteksi kesehatan mampu menekan risiko kemiskinan sekaligus memberikan rasa aman bagi pekerja.

Advertisement

"JKN adalah investasi produktivitas bangsa. Melalui proteksi ini, biaya pengobatan tidak lagi membebani masyarakat secara ekonomi. Kita harus menjaga keberlangsungan program ini melalui semangat gotong royong yang melibatkan seluruh elemen," kata Cak Imin dalam acara tersebut.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kesuksesan JKN bukan sekadar angka cakupan kepesertaan. Hingga 1 Oktober 2026, tercatat 284,89 juta jiwa atau 98,2 persen penduduk Indonesia telah terlindungi, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 79,49 persen.

"Gotong royong adalah kunci. Kontribusi dari sekitar 150 peserta sehat membantu mendanai layanan bagi satu pasien cuci darah yang membutuhkan biaya hingga Rp6,2 juta per bulan. Inilah esensi perlindungan bagi tenaga kerja kita," jelas Pujo.

Penilaian penerima penghargaan dilakukan secara transparan dan berjenjang oleh tim nasional lintas instansi. Sebanyak 80 badan usaha yang terpilih meliputi 10 BUMN serta 70 perusahaan swasta dari skala besar hingga mikro. Sementara itu, empat pemerintah provinsi dan empat pemerintah kabupaten/kota turut menerima apresiasi serupa.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemberi kerja menjadi fondasi penting. Ia berharap praktik baik ini dapat direplikasi oleh entitas lain guna memperkuat ketahanan Dana Jaminan Sosial Kesehatan di masa depan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Komitmen Perkuat Sinergi dengan Media, Bupati Kukar Raih Dua Penghargaan SPS   

Komitmen Perkuat Sinergi dengan Media, Bupati Kukar Raih Dua Penghargaan SPS  

Pemkab Kukar mendapatkan apresiasi dari Serikat Perusahaan Pers (SPS).

OASE III 2026 Resmi Ditutup: UINSI Samarinda Sabet Dua Penghargaan Nasional

OASE III 2026 Resmi Ditutup: UINSI Samarinda Sabet Dua Penghargaan Nasional

UINSI Samarinda raih dua penghargaan nasional di OASE III 2026 Yogyakarta. Prestasi bidang riset dan agama perkuat daya saing mahasiswa.

Keren! Posyandu Gemilang 2 Kampung Balok Asa Dapat Penghargaan   

Keren! Posyandu Gemilang 2 Kampung Balok Asa Dapat Penghargaan  

Posyandu dan Kader Gemilang 2 Kampung Balok Asa, Barong Tongkok keluar sebagai pemenang kader dan posyandu terbaik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer