
BALIKPAPAN – Matematika tak lagi sebatas angka dan rumus di ruang kelas. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), ilmu ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi dan pemecahan berbagai persoalan kompleks. Hal tersebut menjadi sorotan dalam seminar dan kompetisi Mathematics 5.0 & AI yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung A ITK, Minggu (1/11), itu diikuti ratusan peserta dari tingkat SMA, SMK, dan MA, serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Balikpapan. Rangkaian acara meliputi seminar dan tiga kategori lomba, yakni OPTIK, LINES, dan SEMATIKA.
Dekan FSTI ITK Adi Mahmud Jaya Marindra mendukung inisiatif mahasiswa tersebut. Menurut dia, kegiatan yang mengasah keterampilan sekaligus mempererat kolaborasi antar-akademisi perlu terus dikembangkan.
Baca Juga: ITK Dampingi Warga Mentari Village Olah Sampah Organik Jadi Eco-Enzyme
Adi menegaskan, matematika merupakan fondasi bagi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Ia juga mengingatkan bahwa peluang karier lulusan matematika tidak terbatas pada profesi pendidik.
“Lulusan Matematika tidak hanya berkarier sebagai tenaga pendidik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi analis data, praktisi IT, data scientist, hingga aktuaria,” ujar Adi.
Dalam seminar, Heni Widayani memaparkan konsep Mathematics 5.0 sebagai integrasi penalaran matematis dengan teknologi AI. Menurut dia, matematika menjadi bagian penting dalam sistem cerdas yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan kompleks, mulai dari prediksi iklim hingga pengembangan kota pintar.
“Matematika adalah fondasi fundamental dari semua perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa matematika, tidak akan ada AI,” tegas Heni di hadapan peserta.
Ia menambahkan, penguasaan aljabar linear, kalkulus, statistika, dan logika algoritma menjadi bekal penting dalam menghadapi era Society 5.0. Bidang-bidang tersebut dibutuhkan dalam pengembangan teknologi masa depan.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara pemateri, dosen, dan pelajar. Antusiasme peserta turut mewarnai sesi tanya jawab. Panitia juga menyediakan sejumlah hadiah atau doorprize untuk memeriahkan kegiatan.
Melalui seminar dan kompetisi ini, ITK berharap pelajar dan generasi muda di Balikpapan semakin memahami peran matematika dalam mendorong inovasi. Penguasaan ilmu tersebut diharapkan menjadi salah satu bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. (adv/taw/rdh)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

