Universitas Mulia Angkat Potensi Ekonomi dan Wisata Pesisir Desa Senipah

BALIKPAPAN- Potensi hasil laut dan kawasan pesisir menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen Universitas Mulia, Dr. Linda Fauziyah Ariyani SPd MPd di Desa Senipah, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Melalui materi bertema pembangunan ekonomi dan kebersihan lingkungan, kegiatan ini mengangkat potensi desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan pariwisata berbasis alam.
Desa Senipah memiliki karakteristik wilayah pesisir dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai nelayan. Menurut Linda, desa yang berada di wilayah paling ujung Kalimantan Timur dan berbatasan dengan Kalimantan Selatan tersebut juga memiliki keterbatasan infrastruktur. Aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), misalnya, belum genap satu tahun dinikmati masyarakat setempat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pentingnya pembahasan pembangunan ekonomi dan kebersihan lingkungan. Terlebih, kawasan pesisir Desa Senipah dinilai memiliki potensi yang belum dikelola secara optimal.
Linda menyampaikan bahwa Desa Senipah diharapkan dapat menjadi wajah baru Kalimantan Timur sebagai salah satu destinasi wisata berbasis alam, khususnya wisata pantai. Karena itu, pembahasan pembangunan ekonomi perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam pemaparannya, Linda mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui produk unggulan desa berupa berbagai olahan hasil laut. Potensi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena didukung ketersediaan ikan segar dan ragam kuliner khas masyarakat setempat.
Pengalaman mencicipi hidangan khas Desa Senipah turut memberikan gambaran mengenai potensi kuliner yang dimiliki masyarakat pesisir tersebut. Linda mengungkapkan bahwa dirinya disambut dengan beragam olahan ikan segar bercita rasa istimewa.
“Berbagai macam olahan ikan segar dengan cita rasa yang tidak kalah dengan restoran mewah di kota besar,” ungkapnya.
Selain pengembangan ekonomi melalui UMKM, perhatian terhadap kelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari materi pengabdian. Linda menilai edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu dilakukan agar kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan sesaat.
Ia juga mengusulkan penerapan kurikulum berbasis lingkungan pada berbagai jenjang pendidikan di Desa Senipah. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada masyarakat sejak dini.
Lebih lanjut, Linda melihat masih banyak potensi Desa Senipah yang dapat dikembangkan, terutama dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Potensi tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema pembangunan ekonomi dan kebersihan lingkungan untuk mewujudkan desa yang sejahtera, bersih, dan berkelanjutan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




