Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bimbingan Teknis BIMA 2026, LPPM UM Fokus Penguatan Substansi Proposal

Maria Irham • Senin, 15 Desember 2025 | 19:40 WIB
KONSULTASI: Sejumlah dosen melakukan konsultasi substansi proposal dengan Kepala LPPM Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana (kemeja putih) dalam rangka penguatan kualitas usulan BIMA 2026.
KONSULTASI: Sejumlah dosen melakukan konsultasi substansi proposal dengan Kepala LPPM Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana (kemeja putih) dalam rangka penguatan kualitas usulan BIMA 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) penyusunan proposal Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA 2026 sebagai respons atas dibukanya Call for Proposal pada 3–29 Desember 2025.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis LPPM dalam menindaklanjuti evaluasi internal terhadap performa proposal dosen Universitas Mulia dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala LPPM Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana mengungkapkan berdasarkan pemetaan yang dilakukan LPPM, tantangan utama proposal dosen tidak terletak pada gagasan riset maupun pengabdian, melainkan pada kedalaman substansi dan ketepatan metodologi, serta kepatuhan terhadap panduan teknis BIMA.

Sejumlah proposal masih menunjukkan rumusan masalah dan tujuan yang belum terformulasi secara presisi, metode yang bersifat umum, alur keterkaitan antara kegiatan dan luaran yang belum sepenuhnya runtut, serta kelengkapan berkas pendukung yang belum konsisten dengan ketentuan.

“Di tengah kompetisi nasional yang semakin selektif, aspek-aspek tersebut menjadi penentu penting kelolosan proposal,” katanya.

Melalui Bimtek BIMA 2026, LPPM merancang pendekatan yang bersifat aplikatif dan berbasis kebutuhan riil dosen. Materi meliputi pembacaan kritis panduan BIMA per skema, penyajian template dan contoh struktur proposal dengan penilaian substansi yang kuat, simulasi penilaian menggunakan rubrik reviewer, hingga klinik khusus penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan perumusan luaran. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat daya saing proposal dosen Universitas Mulia agar mampu bersaing secara objektif dengan perguruan tinggi lain di tingkat nasional.

Dengan mempertimbangkan rentang waktu unggah yang relatif terbatas, LPPM juga menetapkan tenggat internal lebih awal serta membuka layanan klinik lanjutan pasca-BIMTEK. Pendampingan dilakukan secara intensif melalui pertemuan tatap muka maupun kanal komunikasi daring, sehingga proses penyusunan proposal tidak berhenti pada pemahaman teknis semata, tetapi berlanjut pada pematangan substansi dan penyempurnaan dokumen secara menyeluruh.

Ke depan, LPPM menargetkan peningkatan baik dari sisi jumlah maupun kualitas proposal yang diajukan dan berhasil memperoleh pendanaan, disertai dengan perluasan kolaborasi eksternal serta penguatan luaran berupa publikasi bereputasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Secara tren, jumlah proposal yang diajukan dosen Universitas Mulia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan, namun tingkat kelolosannya masih memerlukan penguatan. Melalui rangkaian BIMTEK dan pendampingan berkelanjutan, LPPM menempatkan periode pengusulan BIMA 2026 sebagai momentum konsolidasi kualitas dan peningkatan daya saing proposal dosen Universitas Mulia di tingkat nasional. (*)

Editor : Ismet Rifani
#LPPM Universitas Mulia #Universitas Mulia Balikpapan #Dr Mada Aditia Wardhana #Bimtek BIMA 2026