KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Bank Syariah Indonesia (BSI) mengajak masyarakat untuk mulai menyiapkan masa depan melalui dua produk unggulan tabungan, yakni Tabungan Haji dan Tabungan Emas.
Andi Asni, Area Manager Area Balikpapan mengatakan, masih banyak masyarakat yang menunda investasi emas karena memikirkan harga yang terus meningkat.
Padahal, produk tabungan emas dapat dimulai sejak sekarang dengan nominal kecil mulai dari Rp 50.000 dan saldonya dicatat dalam bentuk gram emas, sehingga memungkinkan masyarakat menabung secara fleksibel dan bertahap.
Emas digital fleksibel ini tersedia melalui aplikasi BYOND by BSI yang terus mengikuti fluktuasi harga emas dunia. Jika harga naik, nilai emas yang ditabung pun ikut naik.
“Anda bisa mulai menabung emas kapan saja meskipun dengan dana terbatas. Tidak perlu menunggu harga tertentu untuk mulai, karena dengan tabungan emas kita bisa menabung aman sesuai kemampuan,” ujar Andi Asni dalam program talkshow di radio KPFM Balikpapan, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, Tabungan Emas BSI merupakan salah satu bentuk simpanan digital yang memungkinkan nasabah membeli, menyimpan, bahkan menjual emas secara online melalui aplikasi BYOND.
Produk ini menjadi salah satu fokus pengembangan BSI karena minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat seiring harga emas yang terus bertambah nilainya secara jangka panjang. Bank Syariah Indonesia telah mendapatkan lisensi untuk beroperasi sebagai bullion bank yang memungkinkan penyimpanan dan perdagangan emas secara legal dan aman.
Menurut data internal, pengelolaan saldo emas BSI terbukti meningkat dengan jumlah tabungan emas yang tercatat mencapai ratusan kilogram setiap bulan.
Sementara itu, ia juga menjelaskan, BSI Tabungan Haji Indonesia dirancang khusus untuk membantu umat Muslim menyiapkan dana ibadah haji secara bertahap dan aman.
Produk ini tersedia dalam mata uang rupiah dengan setoran awal sebesar Rp 100.000 dan setoran selanjutnya dapat dilakukan mulai dari Rp 10.000 sesuai kemampuan nasabah. Fasilitasnya mencakup kartu debit Mabrur, akses layanan digital, dan pembebasan biaya administrasi bulanan. Selain itu, pendaftaran porsi haji dapat dilakukan secara online melalui aplikasi BSI Mobile.
Keunggulan produk ini, menurut Andi, adalah kemudahan bagi nasabah dalam merencanakan ibadah haji tanpa harus menunggu waktu lama atau mengumpulkan dana sekaligus dalam jumlah besar.
“Dengan menabung sejak sekarang, masyarakat bisa lebih disiplin dalam perencanaan biaya haji dan tidak terbebani sekaligus di akhir waktu,” tambahnya.
Andi menambahkan bahwa budaya menabung di masyarakat Indonesia kadang tertata terbalik: banyak orang cenderung menghabiskan penghasilan untuk konsumsi terlebih dahulu dan menabung sisanya. Seharusnya, menurutnya, menabung baik dalam rupiah maupun emas dilakukan sebelum konsumsi. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai merencanakan masa depan finansial dengan lebih baik.
Bank Syariah Indonesia memposisikan kedua produk ini Tabungan Emas dan Tabungan Haji sebagai solusi perencanaan keuangan yang sesuai prinsip syariah, aman, dan fleksibel untuk berbagai kalangan masyarakat. (*)
Editor : Ismet Rifani