KALTIMPOST.ID - Epson menyiapkan strategi promosi dan komunikasi produk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara lebih efektif dan tepat sasaran pada 2026. Langkah ini dilakukan dengan memetakan tingkat awareness di berbagai daerah agar pendekatan promosi tidak disamaratakan.
“Banyak yang sudah dilakukan sebelumnya, 2026 dilakukan secara lebih efektif, lebih efisien dan tepat sasaran,” ungkap Zanipar SA Siadari, Head of Product Marketing Visual Instrument and Corporate Product Epson Indonesia kepada Kaltim Post di Bangkok, Thailand, pekan kemarin.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui daerah yang sudah memahami produk TKDN dan wilayah yang masih membutuhkan edukasi.
Baca Juga: Epson Mengikuti Program Pemerintah untuk Tangkap Peluang IT 2026
“Kami melakukan evaluasi untuk melihat seberapa banyak yang sudah mengenal produk tersebut dan siapa yang belum. Kami juga memetakan daerah yang sudah memahami produk TKDN dan daerah yang masih membutuhkan sosialisasi. Karena itu, pendekatan yang dilakukan berbeda di setiap wilayah dan tidak bisa disamaratakan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Terkait kontribusi produk TKDN terhadap pertumbuhan Epson, ia mengakui belum signifikan. “Secara pertumbuhan belum bisa dibilang signifikan karena penyerapan produk TKDN bergantung pada kebijakan pemerintah dalam membelanjakan anggaran,” ujarnya.
Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah di Kubar Resmi Diumumkan, Berikut Rinciannya
Ia menambahkan, beberapa kategori produk mengalami peningkatan, sementara lainnya stagnan karena faktor penyerapan anggaran. “Dari sisi produk, ada yang mengalami peningkatan dan ada yang masih stagnan. Namun, hal itu bukan karena produknya belum siap, melainkan karena penyerapannya yang belum maksimal,” katanya.
Ke depan, Epson juga menyiapkan sejumlah pengembangan produk baru meski belum bisa dirinci. Produk tersebut mencakup printer, scanner, dan proyektor dengan fitur yang disesuaikan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Editor : Agus Prayitno