Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perampingan Historis Amazon, Lebih dari 14.000 Karyawan Terdampak PHK, Insinyur Jadi Target Utama

A
Penulis: Ari Arief❯

Kantor Amazon yang mem-PHK ribuan karyawan.
Kantor Amazon yang mem-PHK ribuan karyawan.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Raksasa e-commerce dan teknologi, Amazon (AMZN), kembali menjadi pusat perhatian global menyusul gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah perusahaan.

Lebih dari 14.000 karyawan terkena dampak kebijakan yang diumumkan bulan lalu, di mana posisi di bidang teknik (insinyur) merupakan kategori yang paling banyak dihilangkan.

Menurut laporan CNBC, Sabtu (22/11/2025), berdasarkan dokumen resmi yang diajukan kepada pemerintah di empat negara bagian AS—New York, California, New Jersey, dan Washington—hampir 40% dari 4.700 PHK di wilayah tersebut berasal dari divisi teknik.

Advertisement

Data spesifik ini disampaikan melalui dokumen Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN), sebuah laporan wajib perusahaan kepada otoritas. Perlu dicatat, angka tersebut hanya merepresentasikan sebagian dari total PHK yang dilakukan secara global, mengingat standar pelaporan tiap negara bagian berbeda.

PHK massal ini terjadi di tengah periode peningkatan kinerja keuangan Amazon. Di bawah kepemimpinan CEO Andy Jassy, perusahaan sedang menjalankan misi ambisius untuk mentransformasi Amazon menjadi "startup terbesar di dunia" dengan cara memotong rantai birokrasi, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan membuat struktur organisasi lebih efisien.

Advertisement

Meskipun investasi besar di teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) sedang menjadi fokus utama, Amazon menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja ini bukanlah akibat langsung dari AI. Perusahaan menyatakan bahwa PHK dilakukan untuk menyederhanakan struktur organisasi agar dapat beroperasi lebih cepat dan efektif.

Karyawan di berbagai tingkatan terdampak, termasuk software development engineer tingkat menengah (SDE II), yang menurut pengajuan WARN menjadi posisi yang paling banyak dihapus. Langkah ini memperkuat tren PHK besar-besaran di sektor teknologi dunia, yang tercatat telah mencapai lebih dari 113.000 PHK di 231 perusahaan sepanjang tahun ini (data dari Layoffs.fyi).

Dalam memo internal, Beth Galetti, Chief Human Resources Amazon, menekankan bahwa inovasi harus terus berlanjut meskipun tim mengalami perampingan. Ia menyebut teknologi AI sebagai pendorong utama percepatan inovasi di berbagai lini.

"Generasi AI saat ini adalah teknologi paling transformatif yang pernah kita saksikan sejak kemunculan internet," tulis Galetti. Ia menambahkan bahwa Amazon membutuhkan struktur yang lebih gesit agar dapat bergerak lebih cepat demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, Andy Jassy menilai bahwa pengurangan karyawan adalah langkah yang diperlukan setelah periode perekrutan besar-besaran, yang pada akhirnya menciptakan banyak lapisan manajemen dan memperlambat proses internal perusahaan.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kematian Eks Karyawan PT Lonsum Mulai Temui Titik Terang

Kasus Kematian Eks Karyawan PT Lonsum Mulai Temui Titik Terang

Setelah sepuluh tahun berlalu tanpa kepastian, hak-hak almarhum Ta'ing sebagai karyawan PT Lonsum kini berpeluang diterima pihak ahli waris

PHK Tembus 63 Ribu hingga September 2026, 5 Daerah Ini Paling Terdampak

PHK Tembus 63 Ribu hingga September 2026, 5 Daerah Ini Paling Terdampak

PHK di Indonesia mencapai puluhan ribu pekerja hingga September 2026. Simak data terbaru dan fakta di balik angka yang dirilis Kemnaker.

Gelombang PHK Hantam Kaltim, September 3.485 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Gelombang PHK Hantam Kaltim, September 3.485 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Hingga September 2026, sebanyak 3.485 pekerja di Kaltim terkena PHK. Angka ini masuk jajaran yang cukup tinggi di tingkat nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer