Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peningkatan Status Awas Gunung Semeru Pascaterjadinya Awan Panas 7 KM

A
Penulis: Ari Arief❯

SEMERU: Kondisi terkini Gunung Semeru yang terekam Badan Geologi.
SEMERU: Kondisi terkini Gunung Semeru yang terekam Badan Geologi.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,MALANG-Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi yang disertai luncuran awan panas sejauh 7 kilometer (km). Menyikapi situasi ini, status gunung api tersebut telah dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas), berlaku sejak pukul 17.00 WIB.

Menurut laporan Badan Geologi, awan panas tercatat dengan amplitudo maksimum mencapai 37 mm dan aktivitasnya berlanjut hingga laporan ini disusun.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangannya dikutip Kamis (20/11/2025), menjelaskan bahwa meskipun puncak gunung tertutup kabut, instrumen seismik mencatat erupsi yang terjadi bersifat berkelanjutan (beruntun), bukan insiden tunggal.

Advertisement

Selain awan panas, aktivitas guguran juga terlihat meningkat. Secara visual, guguran lava pijar menjadi lebih intens dan teramati bergerak menuju Besuk Kobo'an, Lumajang. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya rekaman gempa guguran oleh instrumen.

Secara keseluruhan, pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Semeru tergolong tinggi, didominasi oleh gempa letusan, guguran, dan harmonik. Frekuensi gempa-gempa ini mengindikasikan bahwa suplai magma dari bawah permukaan masih aktif, mendorong material ke luar melalui letusan dan hembusan.

Advertisement

Analisis variasi kecepatan seismik menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober 2025. Tren ini menyiratkan adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api. Walaupun demikian, pemantauan deformasi menggunakan alat seperti tiltmeter dan GPS masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Stabilitas deformasi ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan internal secara drastis belum terjadi. Namun, aktivitas signifikan di dekat permukaan tetap berlangsung dan berpotensi memicu erupsi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Keselamatan dan Area Bahaya

Mengingat kenaikan status ke Level IV (Awas), Badan Geologi telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat demi keselamatan masyarakat

Jarak Aman 1, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobo'an dalam jarak 20 km dari puncak.

Jarak Aman 2, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobo'an.

Jarak Aman 3 masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Semeru karena potensi ancaman lontaran batu pijar.Seluruh aktivitas wisata, pendakian, dan pekerjaan di area rawan bencana harus dihentikan.

Badan Geologi menegaskan bahwa aliran lava dan material awan panas dapat mengikuti alur sungai, menjadikan kawasan di sepanjang Besuk Kobo'an sebagai area dengan risiko paling tinggi. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dan memperhatikan rekomendasi resmi dari pemerintah," katanya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Daftar 8 Wartawan dan Kru Hilang Kontak di Perairan Gunung Krakatau, Basarnas: Masih Nihil

Daftar 8 Wartawan dan Kru Hilang Kontak di Perairan Gunung Krakatau, Basarnas: Masih Nihil

Lima wartawan dan tiga kru kapal hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Penerbangan Samarinda-Jakarta Kembali Normal, Penumpang Diminta Tetap Pantau Informasi

Penerbangan Samarinda-Jakarta Kembali Normal, Penumpang Diminta Tetap Pantau Informasi

Penerbangan rute Samarinda (AAP)-Jakarta (CGK) yang sempat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, kembali normal.

8 Bandara Ditutup Akbat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya!

8 Bandara Ditutup Akbat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya!

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer