Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PETA POLPEN Diluncurkan, DPRD Kaltim Tekankan Pendidikan Harus Jadi Hak Seluruh Anak Kaltim

A
Penulis: ADV❯
Para mahasiswa penerima bantuan UKT Pendidikan Gratispol berpose bersama anggota DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim Rudy Mas
Para mahasiswa penerima bantuan UKT Pendidikan Gratispol berpose bersama anggota DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim Rudy Mas

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap sektor pendidikan kembali dikuatkan melalui peluncuran program strategis Percepatan Implementasi Gaspol Pendidikan (PETA POLPEN) yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin (17/11/2025). 


Advertisement

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 53 perguruan tinggi di Kalimantan Timur dan menjadi momentum penting dalam usaha memperkuat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya mereka yang selama ini terbentur masalah biaya.

Dalam rangkaian acara yang sama, pemerintah juga menyerahkan secara simbolis bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pendidikan gratis kepada mahasiswa penerima dari berbagai perguruan tinggi. Penyerahan ini menjadi penanda bahwa program Pendidikan Gratispol tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah mulai menyentuh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap langkah nyata Pemerintah Provinsi. Menurutnya, pendidikan tak lagi boleh menjadi barang mahal yang hanya bisa dijangkau sebagian kecil masyarakat. 

Advertisement

Pendidikan harus menjadi hak dasar dan jalan pembuka masa depan seluruh anak Kalimantan Timur.

Dalam pernyataannya, Darlis menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap mengawal penyelenggaraan program ini, memastikan setiap kebijakan dijalankan secara transparan serta tepat sasaran. 

Ia juga menilai bahwa peluncuran PETA POLPEN merupakan pintu masuk transformasi pendidikan menuju era baru, di mana akses pendidikan tidak lagi ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga, melainkan semangat belajar dan tekad generasi muda untuk maju.

Advertisement

Ia menambahkan, pelaksanaan PETA POLPEN dan Pendidikan Gratispol harus memiliki pengawasan ketat, terutama dalam hal validasi data dan penentuan penerima manfaat. Tanpa sistem pengawasan yang kuat, program pendidikan berpotensi tidak tepat sasaran. 

Karena itu, DPRD Kaltim mengambil peran sebagai pengawas sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memastikan kelancaran implementasi di lapangan.

Program ini juga dipandang sebagai langkah strategis menjelang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Kalimantan Timur membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga penguasaan teknologi, keterampilan abad 21, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman. 

Peluncuran PETA POLPEN menunjukkan bahwa pemerintah mulai mempersiapkan SDM Kaltim agar mampu bersaing dengan arus tenaga kerja yang diprediksi akan datang dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan luar negeri.

Sejumlah mahasiswa penerima bantuan UKT hadir langsung dalam acara tersebut. 

Mereka mewakili semangat ribuan mahasiswa lain yang sebelumnya hampir putus kuliah karena terkendala biaya. Beberapa di antaranya menyampaikan testimoni dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. 

Hadirnya dukungan pemerintah menjadi penguat keyakinan bahwa pendidikan masih bisa diperjuangkan, meski keadaan ekonomi keluarga sering kali membatasi ruang gerak mereka.

Menurut penyampaian pihak pemerintah dalam acara peluncuran, pendidikan seharusnya tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mengangkat derajat sosial masyarakat. 

Ketika pendidikan bisa diakses oleh semua kalangan—terutama keluarga prasejahtera—maka data kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial dapat ditekan secara bertahap. Pendidikan bukan semata urusan akademis; ia adalah pintu perubahan struktural dalam masyarakat.

Darlis Pattalongi menyampaikan bahwa DPRD Kaltim akan terus mendorong penataan sistem dan anggaran pendidikan agar berjalan berkelanjutan, bukan sekadar proyek sementara. 

Karena itu, sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi dianggap sangat penting, terutama dalam hal penyusunan regulasi, evaluasi data, serta pemantauan langsung di lapangan. 

Ia menyebutkan bahwa ke depan, pengawasan berbasis data akan menjadi kunci untuk memastikan bantuan UKT gratis benar-benar diterima mahasiswa yang layak.

Di tengah peluncuran program ini, tampak antusiasme dari para perwakilan perguruan tinggi. 

Mereka berharap, PETA POLPEN bukan hanya menjadi program tahunan, tetapi menjadi kebijakan permanen yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. 

Dunia pendidikan kini menghadapi tantangan besar—digitalisasi, teknologi, industri kreatif, serta persaingan global—dan hal tersebut menuntut kesiapan sistem pendidikan yang jauh lebih adaptif daripada sebelumnya.

Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh lagi menjadi soal kompromi antara biaya dan masa depan. Generasi muda tidak boleh memilih antara bertahan hidup atau tetap kuliah. 

Dengan hadirnya PETA POLPEN, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Kaltim yang membatalkan mimpinya karena masalah biaya.

Melalui peluncuran ini, arah pendidikan Kaltim mulai terlihat lebih jelas. Pendidikan tidak lagi bergerak sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama. 

Pemerintah membuat kebijakan dan alokasi anggaran, DPRD mengawal dan mengawasi penerapannya, perguruan tinggi mengatur sistem akademik yang sesuai, industri membuka peluang kerja dan riset, sementara masyarakat ikut memastikan bahwa program berjalan transparan. 

Dengan keterlibatan berbagai pihak, pendidikan tidak berhenti sebagai layanan publik, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap masa depan.

Harapan besar kini menggantung pada pundak PETA POLPEN. Program ini bukan sekadar peluncuran atau seremoni, melainkan langkah awal dari perubahan nyata yang sedang dibangun di Kalimantan Timur. 

Dan sebagaimana disampaikan dalam penutupan acara, pendidikan yang baik tidak hanya mengisi ruang kelas, tetapi juga menggerakkan keyakinan: bahwa masa depan bisa diperjuangkan.

Dengan dukungan DPRD dan kolaborasi berbagai pihak, pendidikan di Kalimantan Timur memasuki babak baru. Dari ruang rapat, meja kuliah, hingga rumah-rumah sederhana tempat mahasiswa menata mimpi mereka — harapan kini mulai tumbuh. 

Pendidikan bukan lagi sekadar soal biaya, tetapi tentang kesempatan, keberanian, dan keyakinan bahwa anak-anak Kaltim berhak memiliki masa depan yang lebih cerah. (sen)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dijanjikan Cair Oktober, TPP Rp 176 Miliar Ribuan Nakes RSUD AWS dan Kanujoso Masih Menggantung

Dijanjikan Cair Oktober, TPP Rp 176 Miliar Ribuan Nakes RSUD AWS dan Kanujoso Masih Menggantung

TPP Rp176 miliar untuk ribuan nakes RSUD AWS Samarinda dan RSUD Kanujoso Balikpapan belum cair. Dinkes Kaltim kejar administrasi ke BPKAD

Susun KUA-PPAS Kaltim 2027, TAPD Masih Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah dan Catatan KPK

Susun KUA-PPAS Kaltim 2027, TAPD Masih Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah dan Catatan KPK

Pembahasan KUA-PPAS Kaltim 2027: Sekdaprov Sri Wahyuni sebut TAPD tunggu kepastian TKD dari pusat dan tindak lanjuti catatan KPK

Baru Pertama Ikut Porwada Kaltim, Wartawan Kaltim Post Bareng Pasangannya Langsung Sabet Medali Emas

Baru Pertama Ikut Porwada Kaltim, Wartawan Kaltim Post Bareng Pasangannya Langsung Sabet Medali Emas

Anggi Praditha dan Maya Sari raih emas bulu tangkis ganda putri PORWADA IV Kaltim 2026. Dua wartawan Balikpapan juara pada debut perdana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer