Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantuan Keuangan Dipotong Drastis, Hasanuddin: Dari 1,9 Triliun Jadi 250 Miliar

A
Penulis: ADV❯

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan bahwa salah satu sektor yang terdampak paling besar dari efisiensi anggaran 2026 adalah Bantuan Keuangan (Bankeu) kepada kabupaten/kota. Pemangkasan dilakukan sangat besar sehingga akan berpengaruh langsung pada program daerah di seluruh Kaltim.


Advertisement

Dalam penjelasannya, Hasanuddin menyebut bahwa Bankeu akan turun drastis dari sebelumnya Rp1,9 triliun menjadi hanya sekitar Rp250 miliar. 

“Pasti yang paling besar nanti di Bankeu ya. Bantuan keuangan dari Rp1,9 triliun itu menjadi sekitar Rp250 miliar,” tegasnya, Senin (17/11/2025). 

Pemotongan ini dipastikan akan terasa pada sepuluh kabupaten/kota di Kaltim. Menurutnya, penyesuaian ini tidak dapat dihindari karena pengurangan anggaran dari pusat yang sangat signifikan. 

Advertisement

“Ada pengurangan hampir 71% untuk dana transfer, sehingga ada kurang 6,135 triliun,” jelasnya. 

Kondisi tersebut membuat pemprov dan DPRD harus menata ulang belanja prioritas. Tak hanya Bankeu, beberapa SKPD juga akan mengalami penyesuaian alokasi anggaran. 

“Nanti SKPD, nanti kita proporsional. Beberapa SKPD termasuk wakil akan dikecilkan,” ujar Hasanuddin.

Advertisement

Pemangkasan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah.

Meski demikian, Hasanuddin menegaskan bahwa program mandatori atau wajib tidak akan dipangkas demi menjaga pelayanan dasar masyarakat. 

“Kalau yang mandatori, enggak,” ujarnya menegaskan. 

Program wajib seperti pendidikan dasar dan layanan kesehatan akan tetap berjalan. Dalam kondisi anggaran yang tertekan, Hasanuddin meminta kabupaten/kota memahami situasi sehingga dapat mengatur ulang skala prioritas pembangunan. 

Menurutnya, pemotongan dana transfer ini bukan hanya terjadi di Kaltim tetapi dialami seluruh provinsi di Indonesia.

Namun ia memastikan bahwa DPRD dan pemprov akan tetap berupaya menyusun APBD yang produktif dan berdampak, meskipun ruang fiskal pada tahun depan akan jauh lebih terbatas.(Adv/DPRDKaltim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Satu Ban Jatuh Bisa Terguling, Gubernur Rudy Mas'ud Soroti Bahu Jalan Beton di Muara Badak

Satu Ban Jatuh Bisa Terguling, Gubernur Rudy Mas'ud Soroti Bahu Jalan Beton di Muara Badak

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud tinjau jalan pesisir Anggana–Muara Badak. Minta bahu jalan beton setinggi 30 cm segera dibenahi demi keselamatan

Dua Hari Keliling Pesisir Utara, Gubernur Rudy Mas’ud Tinjau Jalan Provinsi hingga KEK Maloy

Dua Hari Keliling Pesisir Utara, Gubernur Rudy Mas’ud Tinjau Jalan Provinsi hingga KEK Maloy

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud kunker 2 hari ke Kukar, Bontang & Kutim. Cek jalan provinsi, bankeu, hingga KEK Maloy.

Pemprov Kaltim Tunggu Respons Baznas RI, Soal Seleksi Pimpinan di Kaltim

Pemprov Kaltim Tunggu Respons Baznas RI, Soal Seleksi Pimpinan di Kaltim

Pemprov Kaltim menunggu respons Baznas RI terkait seleksi 10 nama calon pimpinan Baznas Kaltim periode 2026-2031 untuk tahap wawancara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer