Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PPU Petakan Aset Jalan untuk Segera Diserahkan ke OIKN

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯

Kepala BKAD PPU, Muhajir.
Kepala BKAD PPU, Muhajir.


Advertisement

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempercepat proses pemetaan dan penyerahan sejumlah aset daerah kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Salah satu aset yang menjadi prioritas ialah infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Paku.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten PPU, Muhajir, mengatakan penyerahan aset jalan menjadi urgensi setelah adanya pertemuan Bupati PPU dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa OIKN hanya dapat melakukan pemeliharaan apabila jalan tersebut telah beralih status menjadi aset OIKN. “Kita sudah melakukan pemetaan. Yang kita mau dorong saat ini adalah penyerahan aset, terutama jalan. Supaya jalan-jalan di wilayah Paku itu menjadi kewenangan mereka, sehingga bisa dipelihara dengan optimal,” jelas Muhajir, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, OIKN menegaskan bahwa pemeliharaan tidak dapat dilakukan selama status aset masih milik pemerintah daerah. Karena itu, setelah sebelumnya menyerahkan aset gedung seluas 42 hektare, Pemkab PPU kini memprioritaskan pemetaan dan penyerahan jalan-jalan utama.

“Jalan-jalan ini sudah kita petakan semua untuk kita serahkan duluan ke OIKN. Kalau aset lain seperti sekolah atau puskesmas memang lebih kompleks permasalahannya. Jadi kita dahulukan yang vital dulu,” katanya.

Advertisement

Muhajir menambahkan, penyerahan aset jalan akan mempermudah OIKN dalam melakukan pengelolaan dan pemeliharaan. “Kalau otoritas mau merawat tentu harus menjadi aset mereka. Itu yang kita dorong sekarang,” ujarnya.

Terkait aset kepegawaian, Muhajir mengaku belum menerima perkembangan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal pembentukan Ibu Kota Nusantara, pemerintah daerah diminta melakukan inventarisasi aset serta sumber daya manusia. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut mengenai SDM yang kemungkinan akan dialihkan.

“Soal ASN, saya belum monitor. Kalau mengikuti yang diminta di awal, selain inventarisasi aset, juga inventarisasi ketenagakerjaan termasuk SDM. Tapi kelanjutannya seperti apa, kita belum tahu,” pungkasnya. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rayakan HUT ke-80, SPS Tegaskan Peran Media dalam Pembangunan IKN

Rayakan HUT ke-80, SPS Tegaskan Peran Media dalam Pembangunan IKN

HUT ke-80, SPS tegaskan peran media sebagai penjernih informasi di tengah arus disinformasi dan dukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Jumlah Penduduk PPU 206 Ribu Jiwa, Dampak IKN Belum Signifikan

Jumlah Penduduk PPU 206 Ribu Jiwa, Dampak IKN Belum Signifikan

Penduduk PPU per 30 Juni 2026 tembus 206.938 jiwa, naik 1.400 jiwa dari akhir 2025. IKN di Sepaku belum picu lonjakan penduduk signifikan.

Stok Darah PMI Balikpapan: Target 2.000 Kantong Per Bulan

Stok Darah PMI Balikpapan: Target 2.000 Kantong Per Bulan

PMI Balikpapan pastikan stok 2.000 kantong darah per bulan aman. Siap salurkan kebutuhan ke Samarinda hingga IKN.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer