Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Hilirisasi Danantara di Kaltim Diminta Serap 80 Persen Tenaga Kerja Lokal

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (EKO PRALISTIO/KP)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (EKO PRALISTIO/KP)


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pemprov Kaltim mewanti-wanti Daya Anagata Nusantara (Danantara) terkait penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional. Sebab, dari 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi itu, tiga di antaranya bersandar di Benua Etam.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengingatkan Danantara untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut. "Kita inginkan tenaga kerja lokal terlebih dahulu yang terserap," ucapnya, Jumat (9/1/2026).

Dia berharap dengan adanya proyek strategis nasional itu bisa berpengaruh positif terhadap daerah, salah satunya penyerapan tenaga kerja lokal. Meski belum bisa menyerap 100 persen warga lokal, pihaknya meminta minimal 80 persen terwujud.

"Kalau bisa 100 persen, tapi kemungkinan itu tidak mungkin ya. Setidaknya 80 persen lah," jelasnya. Pemprov Kaltim, lanjut dia, saat ini tengah melihat kesiapan wilayah yang masuk dalam daftar proyek tersebut. Salah satu yang disebutnya, kawasan KEK Maloy Batuta Trans Kaltim (MBTK) Maloy, yang masih perlu diperhatikan.

"Di kawasan Maloy sebenarnya sudah siap, listrik sudah ada, air sudah ada, tinggal yang satu adalah pelabuhan. Nah pelabuhan kita minta ke kementerian perhubungan, agar segera membuat pelabuhan bisa beroperasi," katanya.

Advertisement

Untuk diketahui, tiga proyek hilirisasi itu antara lain; Industri DME (batu bara), proyek ini berada di enam lokasi yakni di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin. Investasi dari proyek ini mencapai Rp 164 triliun dengan potensi pembukaan lapangan kerja untuk 34.800 orang.

Lalu ada Industri Oleofood (Kelapa Sawit), proyek ini berlokasi di KEK Maloy Batuta Trans Kaltim (MBTK) dengan investasi Rp 3 triliun dan potensi pembukaan lapangan kerja untuk 4.800 orang. Dan, Industri Chlor Alkali Plant (Garam), proyek ini berlokasi di Aceh, Kaltim, Jawa Timur, Sumsel, Riau, Banten, dan NTT. Proyek dengan nilai investasi Rp 16 triliun ini berpotensi membuka lapangan kerja untuk 33.000 orang. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dijanjikan Cair Oktober, TPP Rp 176 Miliar Ribuan Nakes RSUD AWS dan Kanujoso Masih Menggantung

Dijanjikan Cair Oktober, TPP Rp 176 Miliar Ribuan Nakes RSUD AWS dan Kanujoso Masih Menggantung

TPP Rp176 miliar untuk ribuan nakes RSUD AWS Samarinda dan RSUD Kanujoso Balikpapan belum cair. Dinkes Kaltim kejar administrasi ke BPKAD

Susun KUA-PPAS Kaltim 2027, TAPD Masih Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah dan Catatan KPK

Susun KUA-PPAS Kaltim 2027, TAPD Masih Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah dan Catatan KPK

Pembahasan KUA-PPAS Kaltim 2027: Sekdaprov Sri Wahyuni sebut TAPD tunggu kepastian TKD dari pusat dan tindak lanjuti catatan KPK

Baru Pertama Ikut Porwada Kaltim, Wartawan Kaltim Post Bareng Pasangannya Langsung Sabet Medali Emas

Baru Pertama Ikut Porwada Kaltim, Wartawan Kaltim Post Bareng Pasangannya Langsung Sabet Medali Emas

Anggi Praditha dan Maya Sari raih emas bulu tangkis ganda putri PORWADA IV Kaltim 2026. Dua wartawan Balikpapan juara pada debut perdana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer