Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demo Mahasiswa di DPRD Kaltim, Tolak Pilkada Tertutup dan Kritik Efisiensi Anggaran

B
Penulis: Bayu Rolles❯

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat berunjuk rasa di depan DPRD Kaltim, Kamis (22/1/2026). (Bayu/KP)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat berunjuk rasa di depan DPRD Kaltim, Kamis (22/1/2026). (Bayu/KP)


Advertisement

KALTIMPOST.ID- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kaltim, Kamis, 22 Januari 2026. Aksi itu ditujukan untuk mengawal agar arah demokrasi tak terus tergerus.

Sejumlah tuntutan diutarakan. Dari penolakan wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD, desakan atas transparansi dan partisipasi publik dalam setiap kebijakan pemerintah, hingga kritik terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dianggap mengganggu pembangunan daerah.

Perwakilan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat, Hiththan Hersya Putra, menyebut apa yang mereka suarakan lahir dari kecemasan kolektif atas terus tergerusnya kedaulatan rakyat. Demokrasi, kata dia, perlahan direduksi hanya menjadi urusan segelintir elite.

Menurut Hiththan, pemilihan kepala daerah oleh DPRD berpotensi menghidupkan kembali praktik politik transaksional yang sulit diawasi publik. “Pemilihan langsung saja masih sering diwarnai transaksi. Apalagi jika dilakukan secara tertutup seperti itu,” ujarnya.

Melalui aksi ini, massa menuntut DPRD Kaltim menunjukkan sikap tegas dengan menolak wacana tersebut melalui sebuah pakta integritas. Dokumen itu diharapkan menjadi komitmen politik yang tidak berhenti di daerah, tetapi dikawal hingga ke tingkat nasional dan sampai ke meja para pengurus partai.

Advertisement

“Biar jadi bukti jika DPRD Kaltim benar-benar wakil rakyat. Sikap ini harus disampaikan ke pusat, baik ke DPR RI maupun ke pengurus partai di tingkat nasional,” tegasnya. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Demonstrasi 28 Oktober di Jakarta, Bawa Salib Merah hingga Tuntut Penuntasan Karhutla

Demonstrasi 28 Oktober di Jakarta, Bawa Salib Merah hingga Tuntut Penuntasan Karhutla

Ribuan mahasiswa gelar aksi unjuk rasa di Thamrin tuntut penuntasan karhutla dan status bencana nasional. Simak situasi terkini dari lokasi.

Pertamina Terima Aspirasi Organisasi Mahasiswa soal Distribusi BBM di Samarinda

Pertamina Terima Aspirasi Organisasi Mahasiswa soal Distribusi BBM di Samarinda

PT PPN Regional Kalimantan kembali menerima aspirasi organisasi mahasiswa dalam aksi lanjutan di Fuel Terminal Samarinda, Selasa (13/10)

Pengakuan Ketua BEM FH UBK Gegerkan Publik, Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran

Pengakuan Ketua BEM FH UBK Gegerkan Publik, Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran

Ketua BEM FH UBK mengakui menerima uang Rp20 juta usai pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer