Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden AS Sebut Iran Harus Membuka Kembali Selat Trump

T

Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Presiden AS Donald Trump. (AFP)


Advertisement

KALTIMPOST.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Maret 2026 menyatakan Iran harus membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas minyak sebagai syarat tercapainya kesepakatan damai.

Dalam pernyataannya, Trump sempat menyebut jalur vital tersebut sebagai “Selat Trump”.

Trump mengatakan pembicaraan tengah berlangsung untuk mengakhiri konflik yang telah berjalan selama satu bulan.

Advertisement

Meski mengakui penyebutan itu sebagai “kesalahan”, ia kemudian menambahkan bahwa “tidak ada yang kebetulan” dalam ucapannya.

Presiden AS berusia 79 tahun itu kembali mengklaim bahwa Teheran siap membuat kesepakatan, meskipun pihak Iran membantah.

Advertisement

Ia juga menyebut Iran saat ini “terdesak” dan menegaskan bahwa kepemimpinan, angkatan laut, angkatan udara, serta program nuklir negara tersebut telah mengalami kerusakan signifikan.

“Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan akan sangat baik jika bisa mencapai sesuatu, tetapi mereka harus membukanya,” kata Trump dalam forum investasi FII Priority yang didukung Arab Saudi di Miami.

Ia kemudian kembali berujar, “Mereka harus membuka Selat Trump, maksud saya Hormuz. Maaf, itu kesalahan besar.”

Trump juga menyinggung bahwa media kemungkinan akan menyoroti ucapannya, namun ia kembali menegaskan bahwa tidak banyak hal yang terjadi secara tidak sengaja dalam pernyataannya.

Dalam kesempatan lain, Trump mengingatkan bahwa ia pernah memerintahkan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” setelah kembali menjabat.

Pada rapat kabinet 26 Maret, ia juga menyebut opsi untuk mengambil alih minyak Iran, seperti yang dilakukan AS terhadap Venezuela, masih terbuka meski konflik masih berlangsung.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas di Washington juga telah diubah namanya oleh Trump, termasuk pusat seni Kennedy yang sempat ia sebut sebagai “Trump-Kennedy Center”.

Selat Hormuz sendiri sebelumnya terbuka untuk pelayaran internasional. Namun sejak konflik memanas, jalur sempit tersebut praktis terhenti, memicu lonjakan harga energi global.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa Iran berpotensi menerapkan sistem pungutan permanen bagi kapal yang melintas di selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

AS Kerahkan 9.000 Pasukan ke Timur Tengah, 3 Kapal Induk Disiapkan Dekati Iran

AS Kerahkan 9.000 Pasukan ke Timur Tengah, 3 Kapal Induk Disiapkan Dekati Iran

AS memperkuat militernya di Timur Tengah dengan mengirim kapal induk ketiga dan ribuan personel tambahan ke kawasan Iran.

Konflik Iran hingga El Nino Bayangi Ekonomi Global, OJK: SJK Masih Stabil

Konflik Iran hingga El Nino Bayangi Ekonomi Global, OJK: SJK Masih Stabil

Konflik Iran, Selat Hormuz, El Nino, inflasi, dan perlambatan ekonomi global membayangi perekonomian dunia. OJK sebut jasa keuangan aman.

IRGC Iran Serang Kapal AS dan Tanker Minyak di Selat Hormuz, Konflik dengan Amerika Makin Memanas

IRGC Iran Serang Kapal AS dan Tanker Minyak di Selat Hormuz, Konflik dengan Amerika Makin Memanas

IRGC Iran mengklaim menyerang dua kapal AS, delapan kapal tanker minyak, dan 10 kapal lainnya di sekitar Selat Hormuz.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer