Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Siapkan Invasi Darat? 3.500 Marinir Mendarat, Dilengkapi Kapal Serbu dan Dukungan Udara

U
Penulis: Uways Alqadrie❯

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.


Advertisement

KALTIMPOST, WASHINGTON – Situasi di Timur Tengah makin memanas. Amerika Serikat dilaporkan mulai mengirim ribuan personel Marinir ke kawasan tersebut, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik darat terbuka dengan Iran.

Pengerahan pasukan ini bukan sekadar rotasi biasa. Unit Ekspedisi Marinir yang diterjunkan membawa perlengkapan tempur lengkap, termasuk kapal serbu amfibi dan dukungan udara. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Washington bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer skala besar, bukan hanya serangan udara.

Sejumlah laporan menyebutkan, sekitar 3.500 Marinir telah tiba lebih dulu sebagai gelombang awal. Mereka disusul kesiapan pasukan lain, termasuk dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang siaga untuk dikerahkan kapan saja. Kapal perang amfibi USS Tripoli juga sudah berada di posisi strategis, membawa berbagai aset tempur.

Advertisement

Ketegangan meningkat seiring pernyataan keras dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan siap menghadapi segala bentuk invasi. Bahkan, mereka mengklaim telah menyiapkan strategi perang yang mampu menghadapi kekuatan militer AS, termasuk melalui taktik asimetris.

Wilayah Selat Hormuz kembali menjadi titik panas. Kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi jalur utama distribusi energi dunia. Jika konflik terbuka terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga memicu krisis global.

Di tengah situasi tersebut, dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara. Apakah eskalasi ini akan berujung pada pertempuran darat, atau justru kembali ke meja diplomasi, masih menjadi tanda tanya besar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemilu Israel Buntu, Netanyahu Terancam Lengser?

Pemilu Israel Buntu, Netanyahu Terancam Lengser?

Pemilu Israel berakhir tanpa mayoritas. Netanyahu terancam kehilangan kekuasaan, sementara lonjakan suara partai Arab menjadi penentu.

Jelang Pemilu Israel 2026, Ribuan Orang Anti Netanyahu Demo di Tel Aviv

Jelang Pemilu Israel 2026, Ribuan Orang Anti Netanyahu Demo di Tel Aviv

Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv untuk mendesak pertanggungjawaban pemerintah Benjamin Netanyahu.

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar di Sidang PBB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar di Sidang PBB

Sikap tegas Indonesia! Diplomat RI walk out dari Sidang PBB saat PM Israel Benjamin Netanyahu naik mimbar menyampaikan pidato.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer