Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Haji Berlangsung, AS Diperingatkan Tak Serang Iran Jelang Iduladha

A
Penulis: Ari Arief❯
IBADAH:Jamaah calon haji dari segala penjuru dunia sedang melakukan prosesi ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci.(dok)
IBADAH:Jamaah calon haji dari segala penjuru dunia sedang melakukan prosesi ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci.(dok)

Advertisement

KALTIMPOST.ID,RIYADH–Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghindari aksi militer besar apa pun terhadap Iran hingga seluruh rangkaian musim haji tahun ini selesai. Langkah krusial ini diambil Riyadh guna mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah, mengingat saat ini otoritas Saudi tengah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 1,5 juta jamaah haji dari seluruh penjuru dunia.

Laporan yang pertama kali dimuat CNN dan dikutip media Timur Tengah The New Arab pada Senin (25/5/2026) mengungkapkan, musim haji tahun ini dimulai pada 24 Mei dan berlangsung selama enam hari. Situasi keamanan kawasan kini menjadi perhatian serius Riyadh, mengingat ketegangan antara AS dan Iran masih berpotensi meledak sewaktu-waktu.

Negara Teluk Kompak Pilih Jalur Diplomasi

Advertisement

Langkah Arab Saudi ini mendapat dukungan penuh dari negara-negara Teluk lainnya. Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan kompak menyampaikan pesan serupa kepada Washington. Mereka mendesak pemerintahan Donald Trump untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi ketimbang opsi militer.

Negara-negara tetangga ini mengkhawatirkan adanya serangan balasan dari Iran yang menyasar fasilitas strategis atau wilayah sekitar Teluk. Jika konflik pecah, hal itu diprediksi akan memicu kekacauan logistik dan keamanan, termasuk risiko terlantarnya jemaah haji di berbagai negara transit di Timur Tengah.

Advertisement

"Para pemimpin Teluk menunjukkan front persatuan dalam mendesak pemerintahan Trump untuk menahan diri, dengan musim haji menjadi bagian utama dari kekhawatiran tersebut," sebut laporan sumber internal tersebut.

Serangan Saat Haji Berisiko Hancurkan Citra AS

Selain faktor keselamatan jamaah, pemerintahan Donald Trump juga diperingatkan mengenai risiko hancurnya citra AS di dunia Islam jika nekat meluncurkan operasi militer saat ini. Para pejabat Teluk menekankan bahwa serangan terhadap Iran menjelang Hari Raya Iduladha dapat memperburuk persepsi publik Muslim global terhadap Washington, terlebih setelah aksi militer AS bersama Israel terhadap Iran pada bulan suci Ramadan lalu.

Dari sisi teknis, para analis kawasan mengingatkan bahwa konflik baru berpotensi melumpuhkan pusat penerbangan utama di Timur Tengah, terutama di Qatar dan UEA. Padahal, jalur udara di kedua negara tersebut merupakan rute transit vital bagi jutaan jemaah haji dari Asia Selatan dan Asia Timur, termasuk kemungkinan berdampak pada jalur penerbangan jemaah asal Indonesia yang menuju Arab Saudi.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Serangan Udara Guncang Arab Saudi: 1 Tewas di Bandara Dammam dan Fasilitas Aramco Disasar Drone

Serangan Udara Guncang Arab Saudi: 1 Tewas di Bandara Dammam dan Fasilitas Aramco Disasar Drone

Serangan udara hantam Bandara Dammam dan fasilitas Aramco di Arab Saudi. Satu tewas, operasional tetap berjalan. Berikut update terkini.

Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

Inggris kerahkan jet Typhoon lindungi udara Arab Saudi dari rudal Houthi. Misi murni defensif jaga stabilitas dan cegah lonjakan energi.

Umrah Saat Konflik: Situasi di Arab Saudi Tetap Aman dan Lancar

Umrah Saat Konflik: Situasi di Arab Saudi Tetap Aman dan Lancar

Jemaah umrah asal Balikpapan melaporkan kondisi Makkah tetap kondusif dan lancar di tengah isu keamanan di Arab Saudi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer