Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas OPEC+, DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM

M
Penulis: Muhammad Rizki❯
Di Kalimantan Timur, kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax diperkirakan akan ikut mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang setiap hari dibeli masyarakat. (FOTO/RAMA SITOHANG)
Komisi XII DPR RI mendesak Kementerian ESDM segera menyesuaikan harga jual BBM domestik begitu pasokan minyak mentah berharga murah dari efek pasar global mulai masuk ke tangki timbun nasional. (FOTO/RAMA SITOHANG)

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Pemerintah didesak segera menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah memperoleh pasokan minyak mentah dengan harga yang lebih rendah. Langkah itu dinilai penting agar penurunan harga minyak dunia dapat langsung dirasakan masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi global.

Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, pelemahan harga minyak mentah dunia pada akhirnya akan berpengaruh terhadap harga BBM di dalam negeri. Namun, penyesuaian belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah masih menyalurkan BBM yang berasal dari stok minyak dengan harga pembelian sebelumnya yang lebih tinggi.

"Nanti akan ada penyesuaian terhadap harga minyak mentah, dan terhadap produk turunannya seperti BBM pasti akan ada pengaruh. Hanya sekarang mungkin masih belum bisa dilakukan penurunannya karena kita masih menjual BBM yang dibeli dengan harga yang mahal," ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI,  Selasa (7/7/2026).

Menurut Eddy, setelah stok lama habis dan digantikan pasokan baru dengan harga yang lebih rendah, pemerintah harus segera menyesuaikan harga jual BBM kepada masyarakat. "Kami sudah sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM bahwa segera setelah pemerintah mendapatkan harga yang lebih murah dan sudah bisa menjual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah, tentu harus disesuaikan harga penjualan BBM-nya," tegas politikus PAN tersebut.

Selain penyesuaian harga, Eddy menilai tren penurunan harga minyak dunia harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya dengan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta meningkatkan bauran bioenergi agar ketergantungan terhadap impor minyak terus berkurang.

Advertisement

Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno. (DPR RI)
Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno. (DPR RI)

Ia menambahkan, peningkatan penggunaan biodiesel maupun campuran etanol dalam BBM perlu diikuti penguatan produksi bahan baku dan industri pengolahannya di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Desakan tersebut muncul setelah negara-negara anggota OPEC+ meningkatkan produksi minyak sehingga menekan harga minyak mentah dunia. Kondisi itu dinilai membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi harga BBM domestik sekaligus memperkuat strategi transisi energi nasional. (riz)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Sepekan ke Depan, Ini Daftar Perbandingan dengan BBM Indonesia

Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Sepekan ke Depan, Ini Daftar Perbandingan dengan BBM Indonesia

Harga BBM nonsubsidi Malaysia turun per 22 Oktober 2026. Simak daftar lengkap harga BBM di Malaysia dibanding SPBU Indonesia terbaru.

Harga BBM hingga Tiket Pesawat Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi Kaltim

Harga BBM hingga Tiket Pesawat Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi Kaltim

BI Kaltim mewaspadai lonjakan harga BBM nonsubsidi dan tiket pesawat yang berpotensi memicu lonjakan inflasi daerah.

Harga BBM Nonsubsidi Melejit, Penjualan Mobil Diesel Fortuner hingga Pajero Sport Merosot Tajam

Harga BBM Nonsubsidi Melejit, Penjualan Mobil Diesel Fortuner hingga Pajero Sport Merosot Tajam

Mobil diesel seperti Fortuner dan Pajero Sport mengalami perubahan penjualan di tengah harga BBM diesel yang masih tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer