Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menuju Bensin E20, Pertamina Butuh 30 Pabrik Bioetanol Baru dalam Dua Tahun

U
Penulis: Uways Alqadrie❯
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

Advertisement

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menargetkan penggunaan bensin dengan campuran bioetanol 20 persen atau E20 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Komitmen tersebut disampaikan CEO Pertamina NRE John Anis di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya Serentak Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

John mengatakan Pertamina siap mendukung program pemerintah dalam memperluas pemanfaatan bioenergi. Menurutnya, pengembangan bioetanol menjadi salah satu langkah strategis menuju kemandirian energi di Indonesia.

Saat ini implementasi bensin bioetanol di Indonesia masih berada pada tahap E5 atau campuran etanol lima persen. Produk tersebut telah dipasarkan secara terbatas di sekitar 170 SPBU yang berada di wilayah Jakarta dan Jawa Timur.

Pertamina menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan bioetanol agar mampu mengejar negara-negara lain yang telah lebih dulu menerapkan E20, seperti India.

Advertisement

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, perusahaan tidak hanya mengandalkan tetes tebu (molase). Sejumlah komoditas lain seperti singkong, jagung, sorgum, hingga aren juga dipersiapkan sebagai sumber bioetanol di berbagai daerah.

John menjelaskan, pengembangan berbagai jenis bahan baku tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani sekaligus memperkuat rantai pasok energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Agar target E20 dapat terealisasi, Pertamina memperkirakan Indonesia memerlukan pembangunan sekitar 20 hingga 30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun mendatang. Pabrik-pabrik itu nantinya diharapkan tersebar di berbagai wilayah sehingga mampu menyerap hasil pertanian masyarakat.

Selain pembangunan fasilitas produksi, Pertamina juga menilai keberhasilan program E20 sangat bergantung pada dukungan pemerintah melalui kebijakan wajib campuran bioetanol serta kepastian pasokan dan harga bahan baku.

Dengan dukungan regulasi tersebut, ekosistem industri bioetanol nasional diyakini dapat berkembang lebih cepat dan menjadi salah satu penopang transisi energi di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bensin E10 dan E20 Segera Digenjot, Bahlil Siapkan Harga Bioetanol Rp11 Ribu per Liter

Bensin E10 dan E20 Segera Digenjot, Bahlil Siapkan Harga Bioetanol Rp11 Ribu per Liter

Pemerintah menyiapkan formula harga dan skema insentif bioetanol untuk mendorong penerapan bensin campuran E10 hingga E20 di Indonesia.

Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Sepekan ke Depan, Ini Daftar Perbandingan dengan BBM Indonesia

Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Sepekan ke Depan, Ini Daftar Perbandingan dengan BBM Indonesia

Harga BBM nonsubsidi Malaysia turun per 22 Oktober 2026. Simak daftar lengkap harga BBM di Malaysia dibanding SPBU Indonesia terbaru.

Harga BBM hingga Tiket Pesawat Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi Kaltim

Harga BBM hingga Tiket Pesawat Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi Kaltim

BI Kaltim mewaspadai lonjakan harga BBM nonsubsidi dan tiket pesawat yang berpotensi memicu lonjakan inflasi daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer