Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gratispol Kesehatan Kaltim Perlu Dievaluasi, Mutu Layanan dan Sinkronisasi Data BPJS Dapat Perhatian

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
HASIL AUDIT: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil audit Kemenkes RI menyimpulkan tidak ada unsur malpraktik pada tindakan medis pasien jantung dengan kasus kawat medis (wire) tertinggal, sementara mediasi telah selesai dan dokter terkait dijatuhi sanksi pembinaan. (Foto: Eko Pralistio/KP)
RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (Foto: Eko Pralistio/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID-Pelaksanaan program Gratispol sektor kesehatan di Kaltim dinilai perlu diiringi penguatan kualitas pelayanan dan integrasi data kepesertaan.

Tingginya cakupan jaminan kesehatan dinilai belum cukup menjadi ukuran keberhasilan apabila akses dan mutu pelayanan masih menghadapi persoalan.

Pengamat kesehatan masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) Sumarni mengatakan, Gratispol merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltim dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.

Advertisement

Program tersebut dapat mengurangi kekhawatiran warga terhadap biaya ketika membutuhkan pelayanan medis.

Namun, menurutnya, evaluasi tidak boleh berhenti pada persentase kepesertaan. Kualitas pelayanan yang diterima masyarakat juga perlu menjadi indikator utama.

“Yang patut kita soroti bersama adalah kendali mutunya, bagaimana good corporate dan good coverage benar-benar dijalankan,” kata Sumarni, Sabtu (15/8).

Advertisement

Penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama juga dinilai penting. Sumarni mendorong puskesmas semakin diperkuat sebagai garda terdepan dengan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menjalankan fungsi promotif dan preventif.

Edukasi kesehatan kepada masyarakat, menurutnya, perlu diperluas agar jaminan pembiayaan melalui Gratispol maupun BPJS Kesehatan tidak hanya dimanfaatkan ketika warga sudah sakit.

“Kalau boleh, layanan yang di-cover melalui program pemerintah Gratispol ataupun BPJS itu hanya sebagai pintu belakang, artinya sebagai pilihan akhir. Bagaimana kita semua berkolaborasi untuk memperkuat kendali mutu dan transparansi biaya,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah ketersediaan sumber daya manusia kesehatan. Sumarni menyebut Kaltim masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, salah satunya dokter spesialis.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Fiskal Kaltim Makin Tertekan, Pengamat Unmul Minta Pemprov dan DPRD Selektif Susun APBD 2027

Fiskal Kaltim Makin Tertekan, Pengamat Unmul Minta Pemprov dan DPRD Selektif Susun APBD 2027

Fiskal Kaltim semakin tertekan. Pengamat Unmul meminta Pemprov dan DPRD selektif menyusun APBD 2027 agar tak membebani masyarakat.

Penetapan Dirut MMP Kaltim Disoal terkait Batas Usia Maksimal, Ini Kata Sekprov

Penetapan Dirut MMP Kaltim Disoal terkait Batas Usia Maksimal, Ini Kata Sekprov

Penetapan Dirut MMP Kaltim disorot karena diduga melewati batas usia maksimal seleksi BUMD. Pemprov Kaltim akan mengecek.

LAPSUS: Ironi Kaltim Lumbung Energi dan Jadi Lokasi IKN, tapi Warga Masih Antre Pertalite

LAPSUS: Ironi Kaltim Lumbung Energi dan Jadi Lokasi IKN, tapi Warga Masih Antre Pertalite

Kaltim menjadi lumbung energi dan lokasi IKN, tetapi antrean Pertalite masih terjadi. Pemprov meminta kuota BBM dikembalikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer