Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Debit Sungai Mahakam Menyusut, KSOP Samarinda Minta Muatan Tongkang Dikurangi

B
Penulis: Bayu Rolles❯
Pengusaha pelabuhan, nakhoda, dan pemilik tersus menyesuaikan draft kapal dengan mengurangi muatan tongkang dari kapasitas normal 7.000 ton menjadi 5.500–6.000 ton guna mengantisipasi risiko tongkang kandas di titik-titik kritis alur sungai. (RAMA/KP)
Pengusaha pelabuhan, nakhoda, dan pemilik tersus menyesuaikan draft kapal dengan mengurangi muatan tongkang dari kapasitas normal 7.000 ton menjadi 5.500–6.000 ton guna mengantisipasi risiko tongkang kandas di titik-titik kritis alur sungai. (RAMA/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kemarau panjang mulai memberi tekanan pada ketinggian air Sungai Mahakam. Meski mengalami penyusutan, debit air belum sampai menghambat aktivitas pelayaran di sungai yang jadi salah satu urat nadi perekonomian di Kaltim itu.

Untuk mengantisipasi adanya masalah di lalu lintas air, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mengimbau perusahaan pelabuhan, agen kapal, nakhoda, hingga pemilik terminal khusus untuk menyesuaikan muatan kapal di bawah kapasitas normal.

“Kami mengeluarkan imbauan agar muatan barang disesuaikan di bawah batas normal,” kata Kepala KSOP Kelas I Samarinda Mursidi, usai rapat bersama unsur pimpinan DPRD Kaltim, Selasa Petang, 1 September 2026.

Advertisement

Penurunan debit air berdampak langsung pada draft atau sarat kapal, terutama tongkang yang rutin melintasi alur Sungai Mahakam. Semakin berat muatan, semakin dalam kapal masuk ke badan sungai. Di tengah air yang menyusut, ruang aman untuk berlayar pun ikut mengecil.

Meski begitu, KSOP memastikan aktivitas pelayaran dan pemanduan kapal masih berjalan normal. Hingga kini, belum ada penutupan alur pelayaran.

“Kalau untuk pelayaran terkini, memang sempat debit air menyusut. Kegiatan pemanduan dan pelayaran masih tetap berjalan. Saat kapal melewati tempat-tempat kritikal atau daerah yang memang perlu dilakukan penundaan, itu tetap dilakukan,” ujarnya.

Advertisement

Penyesuaian muatan menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga keselamatan pelayaran. Mursidi mencontohkan tongkang yang dalam kondisi normal mampu mengangkut sekitar 7.000 ton barang. Dalam situasi debit air menurun, muatan itu harus dikurangi menjadi sekitar 5.500 hingga 6.000 ton.

Pengurangan tersebut diperlukan agar draft kapal tidak terlalu dalam dan berisiko menyentuh dasar sungai di titik-titik kritis. “Kalau normalnya satu tongkang itu 7.000, maka harus dikurangi menjadi misalnya 5.500 atau 6.000, karena draft-nya nanti akan berpengaruh pada alur. Ditakutkan ada kejadian kecelakaan, kandas kapal dan sebagainya,” imbuhnya menjelaskan.

Sejauh ini, KSOP belum menerima laporan kecelakaan maupun kapal kandas di perairan Samarinda. Namun, dampak kemarau tetap terasa pada lalu lintas sungai. Pengurangan volume muatan membuat frekuensi pergerakan kapal ikut mengalami penurunan. “Secara umum lancar, cuma traffic-nya yang mungkin berbeda, berkurang, karena muatan juga terpengaruh,” katanya. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sungai Mahakam Surut, Perumdam Tirta Sendawar Tambah Pipa Sedot Jaga Distribusi Air Bersih

Sungai Mahakam Surut, Perumdam Tirta Sendawar Tambah Pipa Sedot Jaga Distribusi Air Bersih

Sungai Mahakam di Kutai Barat makin surut. Perumdam Tirta Sendawar menambah pipa sedot di Intake Royoq untuk menjaga pasokan air bersih.

KSOP Samarinda Buka Peluang Perusda Kaltim Kelola Jasa Pemanduan Kapal di Sungai Mahakam

KSOP Samarinda Buka Peluang Perusda Kaltim Kelola Jasa Pemanduan Kapal di Sungai Mahakam

KSOP Kelas I Samarinda buka peluang Perusda Kaltim kelola pelayanan pemanduan kapal & infrastruktur Mahakam.

Sungai Mahakam Surut, Harga Beras di Mahulu Tembus Rp40 Ribu per Kilogram

Sungai Mahakam Surut, Harga Beras di Mahulu Tembus Rp40 Ribu per Kilogram

Debit Sungai Mahakam surut akibat kemarau, harga beras di Mahakam Ulu tembus Rp40 ribu per kg. Pemprov Kaltim siapkan opsi untuk distribusi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer