Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Memburuk, Sekolah Samarinda Beralih ke PJJ hingga 19 September

D
Penulis: Denny Saputra❯
Kabut asap menyelimuti Kota Samarinda. Disdikbud Samarinda mengalihkan pembelajaran tatap muka ke PJJ hingga 19 September 2026.
Kabut asap menyelimuti Kota Samarinda. Disdikbud Samarinda mengalihkan pembelajaran tatap muka ke PJJ hingga 19 September 2026.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Samarinda semakin berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan mengalihkannya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 September 2026. PJJ diberlakukan bagi satuan pendidikan di Kota Samarinda menyusul kondisi kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Disdikbud Kota Samarinda Nomor 400.3.5/9187/100.01/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda, tertanggal 16 September 2026.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Samarinda dan sekitarnya yang semakin memburuk dan masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap. Kebijakan itu juga mempertimbangkan data dari sejumlah instansi terkait serta rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

Advertisement

Selama PJJ berlangsung, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan melalui skema Work From Office (WFO) atau Work From Home (WFH), sesuai pengaturan kepala sekolah.

Materi pembelajaran diarahkan pada tugas terstruktur, literasi, dan penguatan karakter. Sekolah diminta tidak memberikan tugas secara berlebihan kepada peserta didik.

Absensi peserta didik dan guru juga tetap dilakukan secara daring. Sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi dan pengawasan pembelajaran mandiri melalui sarana komunikasi daring atau grup kelas bersama orang tua dan wali murid.

Disdikbud juga mengimbau orang tua mengawasi aktivitas anak selama masa PJJ. Peserta didik diminta membatasi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Orang tua juga diimbau memastikan anak mengonsumsi cukup air putih dan makanan bergizi selama berada di rumah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Hanya Ngobrol, Program Ngopi Dulu Bawaslu Tabalong Bahas Politik Uang hingga Pengawasan Pemilu

Bukan Hanya Ngobrol, Program Ngopi Dulu Bawaslu Tabalong Bahas Politik Uang hingga Pengawasan Pemilu

Bawaslu Tabalong luncurkan Ngopi Dulu, ajak mahasiswa aktif mengawasi pemilu, melawan politik uang, dan memperkuat demokrasi.

Berburu Investor Migas di Abu Dhabi, SKK Migas Buka Peluang Kerja Sama dengan Raksasa Energi Dunia

Berburu Investor Migas di Abu Dhabi, SKK Migas Buka Peluang Kerja Sama dengan Raksasa Energi Dunia

Indonesia tawarkan investasi hulu migas di ADIPEC 2026 Abu Dhabi. SKK Migas jajaki kemitraan global untuk memperkuat ketahanan energi.

Masih Punya Ketergantungan dengan Daerah Lain, El Nino Ancam Pasokan Pangan Balikpapan hingga 2027

Masih Punya Ketergantungan dengan Daerah Lain, El Nino Ancam Pasokan Pangan Balikpapan hingga 2027

El Nino ancam pasokan pangan Balikpapan hingga awal 2027. BI waspadai kenaikan harga sayuran dan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer