Gelombang Demo di Prancis Meluas, Ini Daftar Negara Eropa yang Ikut Ricuh

KALTIMPOST.ID - Aksi unjuk rasa besar-besaran yang mengguncang Prancis selama sekitar satu bulan terakhir kini meluas ke sejumlah negara lain di kawasan Eropa.
Gerakan massa yang awalnya dipicu tuntutan perbaikan sistem pendidikan oleh para pelajar tersebut telah berkembang menjadi protes terhadap lonjakan biaya hidup dan isu ketenagakerjaan.
Di Prancis, aksi bermula ketika ratusan siswa memblokir akses ke sekolah di berbagai daerah hingga merambah kota-kota besar.
Eskalasi situasi bahkan sempat membuat Wali Kota Saint Denis, Bally Bagayoko, turun tangan langsung untuk melindungi pelajar dari tindakan keras aparat penegak hukum.
Memasuki pekan ketiga, aksi semakin meluas setelah mahasiswa, serikat pekerja, dan elemen gerakan rompi kuning (gilets jaunes) bergabung dalam demonstrasi lanjutan pada Sabtu. Mereka menyuarakan keresahan atas tekanan ekonomi yang kian menghimpit masyarakat.
Salah satu aktivis gilets jaunes, Jeromes Rodrigues, menegaskan bahwa aksi ini menyuarakan hak warga untuk hidup layak tanpa harus terjepit beban finansial harian.
"Kemarahan tak mengenal partai politik, kulkas kosong tak mengenal partai politik," kata Rodrigues, dilansir dari CNN, Senin (19/10).
Namun, demonstrasi di Prancis pada Sabtu malam berujung ricuh saat sekelompok orang menjarah pertokoan dan membakar fasilitas publik.
Polisi merespons dengan tembakan gas air mata. CEO raksasa ritel Carrefour melaporkan sekitar 1.500 toko di seluruh Prancis terkena dampak kerusuhan, sebagaimana dilansir CNN.
Kekerasan turut melalap sejumlah bangunan di Paris dan Limoges, termasuk runtuhnya menara balai kota bersejarah akibat kebakaran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



