Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9.512 Balita di Kaltim Terserang ISPA saat Karhutla, Terbanyak dari Balikpapan

N
Penulis: Nasya Rahaya❯
MEMBAHAYAKAN: Kondisi asap tebal menyelimuti Balikpapan pada periode Oktober 2026, membuat banyak anak terserang ISPA hingga harus dirawat di rumah sakit. ANGGI/KP
MEMBAHAYAKAN: Kondisi asap tebal menyelimuti Balikpapan pada periode Oktober 2026, membuat banyak anak terserang ISPA hingga harus dirawat di rumah sakit. ANGGI/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Sebanyak 9.512 anak usia 0–5 tahun di Kaltim mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) periode Agustus hingga 23 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 190 kasus tercatat sebagai pneumonia dan 27 di antaranya dilaporkan menjalani rawat inap di rumah sakit.

Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim yang dihimpun melalui aplikasi District Health Information Software 2 (DHIS2) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu mencatat total 37.302 kasus ISPA dari seluruh kelompok umur selama periode yang sama. Sebanyak 27.790 kasus di antaranya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kaltim Fitnawati mengatakan, data tersebut berasal dari laporan puskesmas di wilayah Kaltim yang dimasukkan melalui aplikasi DHIS2 untuk pemantauan ISPA selama situasi karhutla.

“Dari data bulanan, kasus ISPA pada anak usia 0–5 tahun tercatat sebanyak 3.786 kasus pada Agustus. Angka itu turun menjadi 2.157 kasus pada September, sebelum kembali meningkat menjadi 3.569 kasus hingga 23 Oktober,” paparnya kepada Kaltim Post, Jumat (23/10).

Peningkatan pada Oktober tersebut membuat jumlah kasus yang tercatat hingga 23 Oktober sudah melampaui jumlah kasus sepanjang September. Namun, angka Oktober masih merupakan data berjalan dan belum mencakup satu bulan penuh.

Advertisement

Secara keseluruhan, laporan DHIS2 mencatat 1.300 kejadian ISPA pada 22 Oktober dan 941 kejadian pada 23 Oktober. Angka harian tersebut merupakan bagian dari pemantauan kasus selama situasi karhutla.

Sebaran kasus pada anak usia 0–5 tahun juga tidak merata di seluruh daerah. Balikpapan mencatat jumlah tertinggi dengan 3.208 kasus, disusul Bontang sebanyak 1.413 kasus dan Samarinda sebanyak 1.088 kasus. Kutai Timur mencatat 1.019 kasus, Paser 1.051 kasus, Kutai Kartanegara 709 kasus, Kutai Barat 541 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 300 kasus, Berau 152 kasus, serta Mahakam Ulu 31 kasus.

Tingginya jumlah kasus yang tercatat di Balikpapan menunjukkan daerah tersebut memiliki beban kasus ISPA balita terbesar dalam laporan ini. Meski demikian, perbandingan tingkat risiko antarwilayah masih memerlukan data jumlah penduduk anak, kelengkapan pelaporan, serta jumlah kasus berdasarkan periode yang sama.

Sementara itu, untuk melihat perbandingan dengan kondisi sebelum periode karhutla, Diskes Kaltim mencatat 148.071 kasus ISPA pada Januari hingga Juli 2026 berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), yakni minggu epidemiologi pertama hingga ke-32.

Namun, data sebelum periode karhutla tersebut mencakup seluruh kelompok umur. Karena itu, angka tersebut belum dapat digunakan untuk menghitung kenaikan atau penurunan kasus khusus balita dibandingkan periode Agustus hingga Oktober.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut asap karhutla selimuti Kalimantan Timur. BMKG deteksi 810 titik panas, kualitas udara Balikpapan masuk kategori tidak sehat.

Miris, Kabut Asap Pekat Selimuti Sejumlah Kawasan di Kutai barat, Jarak Pandang di Bawah 100 Meter

Miris, Kabut Asap Pekat Selimuti Sejumlah Kawasan di Kutai barat, Jarak Pandang di Bawah 100 Meter

Kondisi kualitas udara yang buruk di Kutai Barat membuat banyak aktivitas terdampak, terlebih di kawasan Barong Tongkok, Kutai Barat.

Kasus ISPA Melonjak Tajam Akibat Kabut Asap, Dinkes Balikpapan Akui Stok Masker Mulai Menipis

Kasus ISPA Melonjak Tajam Akibat Kabut Asap, Dinkes Balikpapan Akui Stok Masker Mulai Menipis

Stok masker di Dinkes Balikpapan mulai menipis akibat lonjakan kasus ISPA dampak kabut asap. Pemerintah gandeng CSR perusahaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer